Sumsel

Garuda Rescue Nusantara Perkuat Keselamatan Jurnalis Lewat Workshop Media Safety

Maman Suparman | 24 Desember 2025, 10:53 WIB
Garuda Rescue Nusantara Perkuat Keselamatan Jurnalis Lewat Workshop Media Safety

AKURAT.CO SUMSEL Keselamatan jurnalis saat meliput bencana dan situasi krisis menjadi perhatian utama dalam Workshop Media Safety, Emergency, and Crisis Reporting yang digelar di Harper Hotel Palembang, Selasa (23/12/2025).

Kegiatan ini menekankan pentingnya kesiapan jurnalis agar tetap aman saat bekerja di wilayah rawan bencana.

Workshop tersebut diinisiasi Garuda Rescue Nusantara (GRN), pusat pelatihan tanggap darurat milik PT Putra Perkasa Abadi (PPA) yang berbasis di Balikpapan, Kalimantan Timur. Puluhan jurnalis dari berbagai media di Sumatera Selatan mengikuti kegiatan ini, bersama narasumber dari praktisi keselamatan, Basarnas, serta tim emergency response.

Ketua Pelaksana Workshop Media Safety, Muhajir Rodli, mengatakan kesiapsiagaan sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam menghadapi bencana. Menurutnya, keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas penyelamat, tetapi juga profesi jurnalis yang berada di garis depan penyampaian informasi.

“Keselamatan adalah nilai universal yang harus dibangun lintas sektor dan lintas profesi, termasuk jurnalis yang sering berada di lokasi bencana,” kata Muhajir.

Ia menjelaskan, Tim Emergency Response Garuda Rescue Nusantara telah terlibat dalam berbagai operasi kemanusiaan di Indonesia, mulai dari penanganan gempa Palu dan Nusa Tenggara Barat, erupsi Gunung Semeru, hingga banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera.

Baca Juga: Baru 206 dari 506 Dapur SPPG di Sumsel Kantongi Sertifikat Higiene Sanitasi

Tim GRN juga disiagakan di beberapa provinsi rawan bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palembang, Mancara Wanto, memaparkan peran Basarnas dalam sistem penanggulangan bencana nasional serta pentingnya sinergi dengan media.

Mancara menjelaskan, Basarnas merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, dengan tugas utama pencarian dan pertolongan pada fase tanggap darurat.

Di Sumatera Selatan, Basarnas melayani 17 kabupaten dan kota dengan dukungan pos SAR serta jejaring potensi SAR.

“Fokus utama kami adalah penyelamatan jiwa. Pada fase tanggap darurat, itulah prioritas yang tidak bisa ditawar,” ujarnya.

Ia menambahkan, jurnalis kerap tiba lebih awal di lokasi bencana sehingga risiko keselamatan menjadi lebih tinggi. Karena itu, pemahaman prosedur keselamatan dan koordinasi dengan petugas di lapangan dinilai sangat penting.

“Media berperan besar dalam penyampaian informasi, tetapi keselamatan jurnalis juga harus menjadi perhatian utama,” kata Mancara.

Sementara itu, jurnalis dan praktisi liputan bencana, Berto, menegaskan bahwa keselamatan harus ditempatkan di atas kepentingan berita. Ia mengingatkan pentingnya mitigasi sebelum peliputan, mulai dari kesiapan peralatan hingga pemahaman kondisi lapangan.

“Tidak ada berita yang sebanding dengan nyawa. Persiapan yang matang adalah kunci agar jurnalis bisa bekerja dengan aman,” ujarnya.

Dalam sesi praktik, anggota Emergency Response Team Garuda Rescue Nusantara, Captain Hendrik, memberikan pelatihan dasar penanganan keadaan darurat, termasuk teknik evakuasi dan pertolongan pertama.

Ia menekankan pentingnya tindakan awal yang tepat untuk menyelamatkan korban sebelum mendapat penanganan medis lanjutan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia