Sumsel

Sepanjang 2025, Dinkes Sumsel Catat 907 Kasus Baru HIV/AIDS, Palembang Penyumbang Terbanyak

Maman Suparman | 20 Januari 2026, 15:00 WIB
Sepanjang 2025, Dinkes Sumsel Catat 907 Kasus Baru HIV/AIDS, Palembang Penyumbang Terbanyak

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan merilis data terbaru mengenai temuan kasus HIV dan AIDS sepanjang tahun 2025. Tercatat, terdapat 907 kasus baru di wilayah Bumi Sriwijaya, dengan tren yang menunjukkan penurunan sebesar 8,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 992 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa Ogatiyah, merincikan bahwa dari total temuan tersebut, sebanyak 609 orang terinfeksi HIV dan 298 orang telah memasuki fase AIDS.

"Meski secara persentase menurun dibanding 2024, angka 907 kasus baru ini tetap menjadi perhatian serius karena penularan masih terus terjadi, terutama akibat perilaku seksual berisiko," ujar Ira, Selasa (20/1/2026).

Berdasarkan sebaran wilayah, Ibu Kota Provinsi, Palembang, masih menjadi daerah dengan temuan kasus terbanyak. Dari 907 kasus di Sumsel, hampir separuhnya atau sebanyak 451 kasus ditemukan di Palembang (335 HIV dan 116 AIDS).

Posisi kedua diikuti oleh Kota Lubuklinggau dengan 75 kasus (46 HIV dan 29 AIDS). Selanjutnya adalah Musi Banyuasin (Muba) dengan 64 kasus, OKU Timur 49 kasus, dan Muara Enim 44 kasus.

Sebaliknya, wilayah dengan temuan kasus paling rendah terpantau di Musi Rawas Utara (Muratara) dengan 3 kasus, Pagar Alam 6 kasus, dan PALI 7 kasus.

Baca Juga: Asus Resmi Tinggalkan Bisnis Smartphone, Fokus ke PC dan Teknologi AI

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, tren kasus HIV/AIDS di Sumatera Selatan menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam. Tercatat pada 2021 terdapat 321 kasus, yang kemudian melonjak menjadi 639 kasus pada 2022, dan terus merangkak naik ke angka 846 kasus pada 2023. Meski sempat mencapai puncaknya dengan 992 temuan pada 2024, angka ini akhirnya menunjukkan tren penurunan tipis menjadi 907 kasus di sepanjang tahun 2025.

Dinkes Sumsel menilai peningkatan temuan di tahun-tahun sebelumnya juga dipengaruhi oleh semakin masifnya upaya screening dan kesadaran masyarakat untuk melakukan tes secara mandiri.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, menegaskan bahwa pemerintah provinsi tengah mengejar target nasional "Ending AIDS 2030" atau nol kasus baru pada tahun 2030. Untuk mencapainya, kolaborasi lintas sektor kini diperkuat, mulai dari dinas pendidikan hingga peran orang tua.

"Pencegahan tidak bisa hanya dari sisi medis. Peran orang tua sangat vital dalam memperhatikan pergaulan anak. Penanaman nilai agama yang kuat sejak dini menjadi benteng utama agar generasi muda terhindar dari perilaku berisiko," tegas Trisnawarman.

Selain itu, Dinkes juga terus mendorong fasilitas kesehatan di 17 kabupaten/kota untuk menyediakan layanan pengobatan ARV (Antiretroviral) yang mudah diakses guna menekan angka kematian pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia