Sumsel

Efek Normalisasi Permintaan, Cabai Merah Keriting di Palembang Turun Jadi Rp30 Ribu

Maman Suparman | 20 Januari 2026, 17:45 WIB
Efek Normalisasi Permintaan, Cabai Merah Keriting di Palembang Turun Jadi Rp30 Ribu

AKURAT.CO SUMSEL Harga cabai merah keriting di pasar tradisional Kota Palembang mulai mendingin memasuki pekan ketiga Januari 2026. Sempat menyentuh angka tinggi saat momen pergantian tahun, kini harga komoditas pedas tersebut stabil di angka Rp30.000 per kilogram, turun dari sebelumnya Rp40.000 per kilogram.

Meski terjadi penurunan yang cukup signifikan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Selatan menegaskan bahwa kondisi ini bukanlah fenomena "harga anjlok" yang merugikan, melainkan fase normalisasi ekonomi pasca-libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Efendi, menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan penurunan harga ini. Menurutnya, harga Rp30.000 di tingkat pasar justru merupakan titik keseimbangan yang ideal untuk menjaga daya beli warga tanpa memukul kesejahteraan petani di hulu.

“Sama sekali tidak anjlok, harga itu justru masih sangat bagus dan berada di jalur yang sehat. Dalam hitungan kami, harga baru bisa dikategorikan anjlok jika sudah menyentuh di bawah Rp15.000 per kilogram,” tegas Ruzuan saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Ramadan 2026, Pemprov Sumsel Siapkan Gerakan Pasar Murah

Penurunan harga ini dipicu oleh berkurangnya tekanan permintaan dari sektor rumah tangga maupun industri kuliner yang sempat memuncak di akhir Desember lalu. Namun, Ruzuan memastikan pasokan dari daerah produsen tetap lancar.

Berdasarkan skema Harga Acuan Pembelian (HAP), posisi tawar petani saat ini masih dalam zona aman. Di tingkat lahan (produsen), cabai masih diserap pada kisaran harga Rp22.000 hingga Rp29.600 per kilogram.

“Petani tidak rugi dengan harga saat ini. Margin keuntungan mereka masih terjaga selama harga jual di tingkat lahan tidak merosot di bawah batas Rp15.000,” imbuhnya.

Berbanding terbalik dengan cabai yang melandai, pantauan lapangan DKPP Sumsel mencatat komoditas daging ayam justru belum menunjukkan tanda-tanda penurunan harga. Saat ini, daging ayam masih bertengger di level tinggi, yakni sekitar Rp38.000 per kilogram.

Secara umum, stabilitas stok pangan di Palembang terpantau terkendali. Pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan distribusi untuk memastikan tidak terjadi penumpukan stok yang dapat memicu anomali harga di kemudian hari.

“Stabilitas bahan pangan pokok secara keseluruhan masih normal dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Palembang beberapa bulan ke depan,” tutup Ruzuan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia