Sumsel

Januari 2026, Dinkes Palembang Pantau Ketat Sebaran DBD di Plaju hingga Kemuning

Maman Suparman | 23 Januari 2026, 12:00 WIB
Januari 2026, Dinkes Palembang Pantau Ketat Sebaran DBD di Plaju hingga Kemuning

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang melaporkan adanya temuan 46 kasus baru Demam Berdarah Dengue (DBD) dalam kurun waktu tiga minggu pertama di bulan Januari 2026. Berdasarkan pemetaan terkini, tiga kecamatan di Kota Pempek kini ditetapkan dalam status zona merah karena tingkat persebaran kasus yang menonjol.

Adapun wilayah yang berada dalam pengawasan ketat tersebut meliputi Kecamatan Plaju, Ilir Barat I, dan Kemuning.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, menjelaskan bahwa meskipun angka ini menurun dibanding periode yang sama pada tahun lalu (87 kasus), kewaspadaan masyarakat tetap harus ditingkatkan. Hal ini mengingat puncak curah hujan diprediksi masih berlangsung hingga Februari mendatang.

Yudhi menekankan bahwa kepadatan penduduk menjadi faktor utama cepatnya penularan virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Secara historis, wilayah seperti Kecamatan Sukarami tetap memiliki risiko tinggi karena padatnya pemukiman.

Baca Juga: Herman Deru Kenang Sosok Mendiang Haji Halim: Tokoh yang Ngemong dan Dekat dengan Rakyat

"Radius terbang nyamuk itu terbatas, hanya sekitar 100 hingga 200 meter. Di kawasan padat, satu nyamuk yang membawa virus bisa menginfeksi banyak orang sekaligus dalam waktu singkat," jelas Yudhi, Kamis (22/1/2026).

Menanggapi tingginya permintaan masyarakat terhadap pengasapan (fogging), Dinkes memberikan edukasi penting. Menurut Yudhi, masyarakat sering kali memiliki persepsi keliru bahwa fogging adalah solusi utama membasmi DBD.

"Masyarakat harus paham bahwa pengasapan bukan solusi jangka panjang. Selain berbiaya tinggi, penggunaan bahan kimia secara terus-menerus dapat memicu resistensi, sehingga nyamuk justru menjadi kebal," tegasnya.

Dinkes kembali mengingatkan bahwa langkah yang paling efektif tetaplah melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Strategi ini difokuskan pada memutus rantai kehidupan nyamuk sejak fase jentik, bukan hanya membasmi nyamuk dewasa lewat asap.

"Pengasapan akan sia-sia jika bak mandi tidak dikuras. Dalam hitungan hari, jentik yang ada akan menetas kembali. Kuncinya ada pada kebersihan lingkungan di setiap rumah tangga," pungkas Yudhi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia