Sumsel

Airlangga Hartarto Dorong Penggunaan Teknologi AI dan BCMS untuk Monitor Hotspot di Sumsel

Deni Hermawan | 20 Juli 2024, 15:51 WIB
Airlangga Hartarto Dorong Penggunaan Teknologi AI dan BCMS untuk Monitor Hotspot di Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan menggelar apel dan simulasi penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di halaman Griya Agung Palembang, Sabtu (20/7/2024).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan apel ini bertujuan untuk meningkatkan kesiagaan dalam memantau hotspot-hotspot untuk mengatasi karhutla.

"Harapannya, dengan perhatian khusus yang diberikan pada beberapa wilayah yang telah diidentifikasi rawan Karhutla titik-titik kebakaran dapat dicegah," ujar Airlangga Hartarto, usai memimpin apel tersebut.

Ia menekankan pentingnya manajemen lapangan yang terkonsolidasi dan terorganisasi, serta perlunya informasi yang cepat untuk mengatasi api kecil sebelum berkembang menjadi kebakaran besar.

Baca Juga: 1.200 Personel dan Alat Pemadaman Siap Ditampilkan dalam Apel Kesiapsiagaan Karhutla

Airlangga juga menyoroti pentingnya penggunaan teknologi dalam memantau dan mendeteksi dini hotspot.

"Semua elemen harus bergerak untuk melakukan deteksi dini dan melakukan pemantauan di daerah yang rawan panas," ujarnya.

Ia mendorong pemanfaatan teknologi terkini seperti sistem dasbor, kecerdasan buatan (AI), dan Business Continuity Management System (BCMS) untuk pengawasan dan pemulihan cepat, jika terjadi gangguan pelayanan publik.

Dalam hal ini, mulai dari penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut, seperti pengelolaan tata air gambut dan canal blocking, harus terus dilanjutkan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana mengatakan bahwa apel dan simulasi penanggulangan Karhutla ini dilakukan untuk menyiapkan personel dalam  penanggulangan bencana karhutla.

Disamping itu, Apel kesiapsiagaan ini juga dilakukan untuk melihat kesiapan peralatan maupun kendaraan khusus yang akan digunakan.

"Seperti yang kita lihat, ada peralatan baru dan inovasi yang juga baru untuk memadamkan api Karhutla," katanya, Sabtu (20/7/2024).

Ia juga menjelaskan bahwa dalam penanggulanan bencana ini, BPBD Sumsel juga mendapatkan bantuan peralatan dalam menghadapi Karhutla.

"Kita tadi mendapatkan bantuan sebesar Rp6,5 miliar dari BNPB berupa peralatan untuk pencegahan ataupun pemadaman api," ujarnya.

Mengenai pemetaan wilayah bencana, Iqbal menguraikan bahwa di Sumsel terdapat 12 kabupaten/kota yang menjadi perhatian dalam Karhutla.

Mulai dari Kabupaten Muara Enim, Ogan Ilir (OI) , Penukal abab Lematang Ilir (PALI), OKU Timur, Ogan Komering Ulu (OKU) dan OKU Selatan, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Lahat, lalu OI Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba) serta Ogan Komering Ilir (OKI).

"Tetapi yang menjadi perhatian khusus kita ada empat daerah yakni OKI, OI, Muba dan Banyuasin karena daerah ini lahan gambutnya paling luas," tutupnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
A