Sumsel

Presiden Prabowo Ungkap Sumsel Punya Potensi 1 Juta Hektare Lahan Sawah, Produksi Padi Bakal Naik 25 Persen

Maman Suparman | 23 April 2025, 17:47 WIB
Presiden Prabowo Ungkap Sumsel Punya Potensi 1 Juta Hektare Lahan Sawah, Produksi Padi Bakal Naik 25 Persen

AKURAT.CO SUMSEL Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki potensi luar biasa sebagai lumbung pangan nasional, dengan lahan sawah yang bisa mencapai satu juta hektare, sebagian besar berupa rawa-rawa yang kini mulai dioptimalkan.

Hal itu disampaikan Presiden saat menghadiri peluncuran program Gerakan Indonesia Menanam (Gerani) di Kabupaten Banyuasin, Rabu (23/4/2025).

"Potensi lahan sawah di Sumsel sebenarnya bisa mencapai satu juta hektare, dan mayoritasnya adalah lahan rawa yang bisa dimanfaatkan," ujar Prabowo.

Dalam kunjungannya ke Desa Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Presiden menyaksikan langsung proses penanaman padi dengan teknik modern menggunakan drone.

Teknologi tersebut memungkinkan penebaran benih padi di lahan seluas 25 hektare hanya dalam satu hari, jauh lebih efisien dibanding metode konvensional yang memerlukan waktu hingga 25 hari untuk lahan seluas satu hektare.

Baca Juga: Dokter Konsulen yang Tendang Dokter PPDS di Palembang Diserahkan ke Kementerian Kesehatan

"Tempat yang tadi kami kunjungi, menurut gubernur, dulunya dikenal sebagai habitat buaya atau daerah rawa. Tapi kini akan disulap menjadi lahan sawah seluas 100 ribu hektare," jelasnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyebutkan bahwa produksi padi di Sumsel diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan. Tahun 2024 produksi padi di provinsi ini mencapai 2,9 juta ton gabah kering panen (GKP), dan pada tahun 2025 diprediksi naik hingga 25 persen.

Selain memuji capaian sektor pertanian, Presiden juga menyoroti persoalan yang kini dihadapi, yakni keterbatasan kapasitas penyimpanan hasil panen.

Menurutnya, lonjakan produksi padi di berbagai wilayah belum diimbangi dengan kesiapan infrastruktur penyimpanan.

"Produksi kita luar biasa beberapa bulan terakhir. Tapi sekarang kita kekurangan gudang. Untuk itu saya instruksikan jajaran BUMN, TNI, dan Polri ikut membantu. Saya juga siapkan anggaran khusus untuk membangun gudang sementara di tanah milik Pemda maupun instansi terkait, agar hasil panen petani tidak sia-sia," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia