Heboh Kasus Virus Nipah Terdeteksi di India, Kenala Gejala Awal dan Tanda Bahayanya

AKURAT. CO SUMSEL - Kata kunci Virus Nipah masuk jajaran trending mesin pencarian Google dalam beberapa hari terakhir.
Virus Nipah merupakan patogen mematikan yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun obat khusus.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan Nipah sebagai virus berisiko tinggi karena tingkat kematian yang besar serta potensi wabah lintas negara.
Baca Juga: Taxi Driver 3 Tamat, Ini 4 Drama Lee Je Hoon yang Wajib Masuk Watchlist
Isu tentang Virus Nipah mencuat setelah India melaporkan dua kasus terkonfirmasi di wilayah Benggala Barat.
Pemerintah setempat telah mengarantina hampir 200 orang yang diketahui melakukan kontak erat dengan pasien.
Meski seluruhnya dinyatakan negatif dan tanpa gejala, kemunculan kasus ini memicu kewaspadaan luas di kawasan Asia, termasuk di Indonesia.
Baca Juga: Resmi Tayang! Live-Action Blue Lock Dijadwalkan Rilis Musim Panas 2026
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan kewaspadaan terhadap munculnya virus Nipah di Indonesia, akibat keanekaragaman spesies kelelawar serta kedekatan habitat satwa liar tersebut dengan permukiman.
Lantas, apa itu Virus Nipah dan bagaimana gejala hingga komplikasinya?Simak ulasannya berikut ini.
Baca Juga: Fantastis, Harga Emas Perhiasan Palembang Naik Rp1 Juta per Suku Hari Ini
Apa Itu Virus Nipah?
Virus Nipah termasuk penyakit zoonosis, yakni infeksi yang dapat berpindah dari hewan ke manusia.
Penularannya tidak hanya terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, tetapi juga bisa melalui konsumsi makanan yang tercemar, bahkan dari manusia ke manusia.
Baca Juga: Bayang-bayang MSCI Tekan IHSG, Indeks Dibuka Anjlok Lebih dari 4 Persen
Keberadaan virus Nipah pertama kali terungkap pada 1999, saat terjadi wabah di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura.
Kelelawar buah, terutama dari gen
us Pteropus, diketahui sebagai reservoir alami virus Nipah.
Sejumlah penelitian menunjukkan virus ini juga mampu menginfeksi berbagai hewan lain, seperti babi, anjing, kucing, kambing, kuda, hingga domba, yang berpotensi menjadi perantara penularan ke manusia.
Baca Juga: Cara Agar Ban Mobil Tidak Cepat Rusak, Ini Tips Perawatan yang Wajib Diketahui Pengendara
Bagaimana Gejala Virus Nipah?
Gejala seseorang yang terinfeksi Virus Nipah akan seeikit sulit dikenali di awal.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut masa inkubasi virus ini umumnya berkisar 4 hingga 21 hari, namun pada kasus tertentu masa inkubasinya bisa lebih lama.
Baca Juga: Impor BBM Akan Ditekan, Prabowo Fokuskan DEN Wujudkan Swasembada Energi
Gejala infeksi ini dapat bervariasi dari ringan hingga berat, bahkan mengancam nyawa. Beberapa gejala yang mungkin terjadi termasuk:
Demam
Sakit kepala
Batuk
Sakit tenggorokan
Baca Juga: Serba Serbi Atraksi Wisata Angkringan Rumah Limas Palembang, Sentra Kuliner Terbaru di Tepian Musi
Nyeri otot
Sesak napas
Muntah
Kesulitan menelan
Peradangan otak (ensefalitis).
Baca Juga: Sinopsis Kuyang, Kisah Cinta Berujung Kutukan Ilmu Hitam
Kondisi ensefalitis yang disebabkan oleh Virus Nipah dapat mengakibatkan gejala serius.
Seperti kantuk berlebihan, sulit berkonsentrasi, disorientasi, dan perubahan mood yang signifikan.
Pada kasus yang parah, infeksi Virus Nipah dapat menyebabkan kematian.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Motorola Moto G37, Moto G77 Power dan Moto G67 Resmi Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 2Daftar 18 Perusahaan Penyumbang Hotspot Karhula di Palembang Versi Walhi
- 3Ramalan Zodiak Hari Ini 9 Oktober 2026, 5 Zodiak Ini Punya Peluang Baik dalam Karier dan Asmara
- 422 Ribu Lebih Hotspot di Lahan Konsensi, 12 Perusahaan di Sumsel Disegel
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 7 Oktober 2026, Ada yang Berpeluang Hoki
- 6Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Tak Bergerak Naik, Cek Rinciannya di Sini
- 7Harga TBS Sawit Sumsel Awal Oktober 2026 Turun, Segini Besaran per Kg Berdasarkan Umur Tanaman
- 8Siapa Mitchell Baker? Penyerang Timnas Indonesia yang Jadi Top Skor FIFA ASEAN Cup 2026
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








