Sumsel

AS Serang Acara Pernikahan di Iran, Motjaba Khamenei Pastikan Beri Balasan Tak Terlupakan

Septiyanti Dwi Cahyani | 2 September 2026, 09:00 WIB
AS Serang Acara Pernikahan di Iran, Motjaba Khamenei Pastikan Beri Balasan Tak Terlupakan
Tentara Amerika.

AKURAT.CO SUMSEL - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran kembali memanas.

Pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Motjaba Khamenei memastikan Iran akan memberi balasan tak terlupakan kepada AS.

Seruan ini diberikan setelah Amerika melancarkan serangan ke wilayah Sirik, Iran, hingga menyebabkan empat orang tewas.

Baca Juga: 9 Fenomena Langit September 2026: Ada Hujan Meteor Sampai Harvest Moon

Pernyataan itu disampaikan Mojtaba dalam sebuah unggahan di X setelah serangan AS terhadap Iran dimulai.

Sebelumnya, AS dilaporkan telah melancarkan serangan terbarunya ke wilayah Sirik, Iran.

Serangan tersebut mengenai sebuah acara pernikahan dan menyebakan empat orang tewas termasuk 1 anak-anak.

Baca Juga: Cara Cek Status Desil Secara Online, Cukup Pakai NIK KTP

Selain itu, 50 orang lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Kabar ini disampaikan oleh cabang provinsi Bulan Sabit Merah Iran sebagaimana dikutip kantor berita Fars.

Kantor berita Fars, yang berafiliasi dengan Garda Revolusi, juga melaporkan bahwa tim tanggap darurat masih melakukan penanganan di lokasi kejadian.

Baca Juga: Harga Terbaru BBM Pertamina Sumsel: Pertamax Turbo Naik Jadi Rp20.000, Pertamina Dex Tembus Rp25.000

Informasi ini disampaikan oleh wakil gubernur Provinsi Hormozgan bidang keamanan.

Beredar pula sebuah rekaman memperlihatkan tumpukan puing yang mengelilingi bangunan yang tampak seperti rumah rusak imbas serangan AS.

Terdengar suara orang-orang berteriak di latar belakang.

Baca Juga: Harga Gabah Tinggi Tekan Harga Beras Premium di Sumsel, Bulog Usul Pengiriman Keluar Daerah Dibatasi

Sebagaimana diketahui, perang AS dengan Iran telah berlangsung sejak akhir Februari 2026 setelah Amerika dan Israel memulai terlebih dahulu serangannya.

Sejak itu, eskalasi militer semakin meluas bahkan hingga ke negara-negara teluk.

Selain program nuklir, Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia juga menjadi sasaran dalam perang ini.

Baca Juga: Aset PJU Palembang Kerap Dicuri, Pemkot Siapkan CCTV AI untuk Buru Pelaku

Hal ini memicu kenaikan harga minyak dunai besar-besaran hingga tembus USD100 per barel pada level tertingginya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.