Sumsel

4 Tips Menata Kamar Anak yang Sempit agar Tetap Nyaman dan Fungsional

Kurnia | 6 Oktober 2026, 13:00 WIB
4 Tips Menata Kamar Anak yang Sempit agar Tetap Nyaman dan Fungsional
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Memiliki kamar anak dengan ukuran terbatas bukan berarti orang tua harus mengorbankan kenyamanan dan ruang gerak si kecil.

Dengan penataan yang tepat, kamar berukuran sempit tetap bisa menjadi tempat yang nyaman untuk tidur, belajar, bermain, sekaligus menyimpan berbagai kebutuhan anak.

Kuncinya adalah memilih furnitur yang sesuai dan memanfaatkan setiap sudut ruangan secara maksimal. Orang tua juga perlu menghindari terlalu banyak perabot agar kamar tidak terasa semakin penuh.

Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan untuk menata kamar anak yang sempit.

1. Maksimalkan Ruang Penyimpanan

Barang-barang anak seperti pakaian, buku, dan mainan bisa membuat kamar cepat berantakan jika tidak memiliki tempat penyimpanan yang memadai.

Baca Juga: Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Menang Adu Penalti Lawan Thailand

Gunakan lemari, laci, rak, atau ambalan dinding untuk menyimpan berbagai barang tersebut. Penyimpanan vertikal juga dapat menjadi pilihan karena tidak banyak memakan area lantai.

Dengan begitu, ruang yang tersisa bisa digunakan untuk kebutuhan lain seperti tempat tidur, meja belajar, atau area bermain.

2. Manfaatkan Area di Sekitar Tempat Tidur

Tempat tidur biasanya menjadi furnitur terbesar di kamar anak. Karena itu, area di sekitarnya perlu dimanfaatkan sebaik mungkin.

Salah satu caranya dengan memilih tempat tidur yang memiliki laci penyimpanan atau memanfaatkan bagian headboard sebagai ruang untuk meletakkan buku dan barang kecil.

Cara ini dapat mengurangi kebutuhan furnitur tambahan sehingga area kamar tetap terasa lega.

3. Pilih Furnitur yang Bisa Dipakai dalam Jangka Panjang

Kamar anak akan lebih mudah ditata jika furnitur yang digunakan tidak cepat ketinggalan zaman.

Pilih tempat tidur, meja, kursi, atau lemari dengan desain sederhana dan kualitas yang baik. Furnitur seperti ini dapat tetap digunakan meskipun usia anak bertambah dan kebutuhannya berubah.

Untuk memberikan sentuhan sesuai usia anak, orang tua bisa bermain dengan dekorasi yang lebih mudah diganti, seperti sprei, poster, karpet, atau aksesori kamar.

4. Gunakan Warna dan Motif sebagai Aksen

Kamar yang sempit tidak harus dibuat polos agar terlihat luas. Warna dan motif tetap bisa digunakan, tetapi sebaiknya ditempatkan sebagai aksen.

Misalnya, gunakan warna cerah pada salah satu bagian dinding, sprei, rak, atau tempat penyimpanan. Pilihan warna yang tepat dapat membuat kamar terasa lebih hidup tanpa membuat ruangan terlihat terlalu ramai.

Orang tua juga bisa melibatkan anak saat memilih warna atau dekorasi. Dengan begitu, kamar tidak hanya nyaman tetapi juga memiliki sentuhan yang sesuai dengan karakter si kecil.

Baca Juga: Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya, Masyarakat Diimbau Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Menata kamar anak yang sempit pada dasarnya membutuhkan kreativitas dan perencanaan.

Dengan memaksimalkan ruang penyimpanan, memilih furnitur multifungsi, serta menggunakan dekorasi secara proporsional, kamar kecil tetap bisa menjadi ruang yang nyaman untuk anak.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia