Sumsel

Film Kupu-kupu Kertas Segera Tayang: Drama Romantis Bernuansa Sejarah

Deni Hermawan | 6 Februari 2024, 07:00 WIB
Film Kupu-kupu Kertas Segera Tayang: Drama Romantis Bernuansa Sejarah

AKURAT.CO SUMSEL Film Kupu kupu kertas garapan Emil Haradi yang berdurasi 193 menit akan tayang di bioskop Indonesia pada Rabu, 7 Februari 2024.

Film Kupu kupu kertas merupakan sebuah drama tentang sepasang anak muda yang terjebak dalam kemelut berdarah di tahun 1965 yang menceritakan tentang tentang dua remaja yang yang saling mencintai tanpa mempersalahkan perbedaan ideologi yang mereka anut.

Lebih lanjut film ini Kupu kupu kertas akan mengisahkan tentang keluarga ihsan yang harus kehilangan nyawa karena angggota PKI dan dilema untuk menyelamatkan nyawa orang yang dicintai atau membalaskan dendam keluarganya.

Baca Juga: Film Kereta Berdarah Sedang Tayang! Cek Review dan Sinopsis Filmnya Disini

Film ini tidak hanya menjadi sumber hiburan, melainkan juga memberikan wawasan mendalam mengenai sejarah Indonesia kepada penonton, khususnya generasi muda.

Lokasi syuting film ini berada di wilayah Bukit Kawah Wurung, Banyuwangi, yang dikenal dengan padang savana yang luas serta pemandangan indah lainnya.

Film Kupu kupu kertas juga akan menjadi debut pertama Reza Arap dalam industri perfilman di Indonesia.

Selain Reza Arap terdapat beberapa aktor terkenal lainnya yang berperan dalam Film ini antara lain; Amanda Manopo, Chicco Kurniawan, Iwa K. dan para aktor lainnya.

Penasaran bagaimana keseruan dari film Kupu kupu kertas? Simak sinopsis, daftar pemain dan fakta menariknya dibawah ini.

Sinopsis Film Kupu kupu Kertas

Film epik "Kupu-kupu Kertas" mengisahkan perjalanan dramatis sepasang kekasih, Ning dan Ihsan, yang terjalin di tengah gemuruh tahun 1965 di Banyuwangi.

Kisah cinta yang seharusnya indah ini terjerat dalam konflik yang mendalam, karena perbedaan ideologi yang menghantui kedua belah pihak.

Ning, seorang perempuan muda, lahir dari keluarga yang mendukung PKI, sementara Ihsan, pemuda yang tumbuh di kalangan organisasi Islam NU.

Pada masa itu, suasana hubungan antara NU dan PKI memanas, terutama karena pertikaian perebutan lahan yang semakin memanas.

Namun, ketegangan mencapai puncak ketika Ayah Ning, Rekoso, semakin nekat melakukan pertumpahan darah demi merebut lahan. Busok, tangan kanannya yang mencintai Ning, dengan setia membantu aksi brutal Rekoso.

Rekoso dan pasukannya melancarkan aksi mencegat Rasjid, kakak Ihsan, bersama puluhan anak muda Ansor. Beberapa dari mereka tak bisa menghindar dari takdir tragis, tewas di tangan simpatisan PKI yang dipimpin oleh Rekoso.

Ihsan, dihadapkan oleh pilihan sulit, antara dendam atau menyelamatkan nyawa Ning.

Maka, dalam kehangatan konflik membara antara PKI dan NU, pertanyaan besar melingkupi: akankah cinta Ning dan Ihsan mampu bertahan, menyala dalam api konflik, ataukah akan sirna ditelan gelombang pahit perbedaan ideologi yang merajalela?

Daftar Pemain Film Kupu Kupu Kertas

Dilansir dari IMDB, berikut beberapa aktor yang akan turut membintangi film ini;

1. Amanda Manopo: Berperan Sebagai Ning

2. Chicco Kurniawan: Berperan sebagai Ikhsan

3. Iwa k: Berperan sebagai Rekoso

4. Reza Oktovian: Berperan sebagai Muso

5. Samo Rafael: Berperan sebagai Rasyid

6. Fajar Nugra: Berperan sebagai Zul

7. Ayu Laksmi: Berperan sebagai Sulastri

8. Ony Serojawati Hafiedz

4 Fakta Menarik Film Kupu Kupu Kertas

1. Film Comebacknya Amanda Manopo setelah vakun di film lebar Indonesia.

2. Film Kupu-kupu kertas menjadi film debut pertama Reza Arap dalam industri perfilman Indonesia

3. Tidak hanya mengibur, tapi juga mengandung makna yang mendalam sekaligus mengulas ulang kembali sejarah kelam bangsa Indonesia

4. Lokasi syutin sempat terjadi kebakaran dan membuat proses syuting film ini tertunda.

Itulah sinopsis, daftar pemain dan fakta menarik dari film Kupu kupu kertas yang akan tayang di bioskop Indonesia pada 7 Februari 2024. (Dandy Dwi Putra Hanhdo)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto