Sumsel

Osteoporosis Mengintai Usia Muda, Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang Sejak Dini

Maman Suparman | 7 Januari 2026, 10:00 WIB
Osteoporosis Mengintai Usia Muda, Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang Sejak Dini

AKURAT.CO SUMSEL Perhatian terhadap kesehatan tulang dinilai masih kalah dibandingkan dengan perawatan organ vital lainnya.

Padahal, tulang memiliki peran penting sebagai penopang utama tubuh dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Salah satu gangguan kesehatan tulang yang perlu diwaspadai adalah osteoporosis, yakni kondisi menurunnya kepadatan tulang sehingga menjadi rapuh dan mudah patah.

Penyakit ini kerap disebut sebagai silent disease karena umumnya tidak menimbulkan gejala hingga terjadi patah tulang, terutama pada bagian pergelangan tangan, tulang belakang, dan panggul.

Anggapan bahwa osteoporosis hanya menyerang lanjut usia, khususnya perempuan pascamenopause, dinilai tidak sepenuhnya tepat.

Proses penurunan massa tulang dapat dimulai sejak usia muda, terutama jika dipicu oleh gaya hidup tidak sehat, minim aktivitas fisik, serta asupan gizi yang tidak seimbang.

Baca Juga: Perkuat Kepercayaan Muzakki, Gubernur Herman Deru Lantik Kepengurusan BAZNAS Sumsel 2025–2030

Para ahli menekankan pentingnya upaya pencegahan sejak dini, terutama pada masa remaja dan usia produktif ketika kepadatan tulang masih berada pada kondisi optimal.

Pencegahan dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah osteoporosis terjadi.

Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan mencukupi asupan kalsium dan vitamin D yang berperan penting dalam pembentukan dan penyerapan tulang.

Selain itu, aktivitas fisik seperti olahraga beban ringan, berjalan cepat, atau latihan ketahanan juga dianjurkan untuk membantu menjaga kepadatan tulang.

Masyarakat juga diimbau menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan karena dapat menghambat penyerapan nutrisi penting bagi tulang. Menjaga berat badan ideal serta menerapkan pola makan bergizi seimbang turut berperan dalam menjaga kesehatan tulang jangka panjang.

Bagi individu dengan faktor risiko tertentu, seperti riwayat keluarga osteoporosis, pemeriksaan kepadatan tulang secara berkala disarankan untuk mendeteksi risiko sejak awal. Deteksi dini memungkinkan upaya pencegahan dan penanganan dilakukan lebih cepat.

Meski tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, risiko osteoporosis dapat ditekan melalui penerapan gaya hidup sehat secara konsisten.

Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah komplikasi serius di usia lanjut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia