OTT Pejabat Pelabuhan di OKI, Setoran Kapal Diduga Jadi Ladang Pungli Ratusan Juta

AKURAT.CO SUMSEL Praktik pungutan liar (pungli) di sektor pelabuhan kembali terbongkar. Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Sungai Lumpur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), berinisial IM, Kamis (4/6/2026).
Tak sendiri, IM diamankan bersama empat stafnya masing-masing berinisial N, HA, AP, dan KW sekitar pukul 09.00 WIB.
Kepala Kejati Sumsel, Ketut Sumedana, mengungkapkan bahwa dari lima orang yang diamankan, baru IM yang resmi ditetapkan sebagai tersangka. Sementara empat staf lainnya masih dalam proses pendalaman.
“IM selaku kepala KUPP diduga menjadi pihak yang memerintahkan praktik ini. Empat staf lainnya masih kami dalami perannya,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (4/6/2026).
Dari hasil penyidikan, IM diduga memanfaatkan jabatannya untuk menarik uang dari perusahaan pelayaran. Modusnya, meminta setoran di luar ketentuan resmi agar pengurusan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) berjalan lancar.
Jika tidak membayar, perusahaan disebut akan dipersulit bahkan tidak dilayani.
“Ini murni pemerasan. Uang diminta di luar PNBP dengan ancaman pelayanan diperlambat,” tegas Ketut.
Penyidik juga mengungkap nilai pungli yang cukup besar. Dari pengakuan salah satu direktur perusahaan jasa pelayaran, dalam sebulan bisa menyetor Rp20–30 juta kepada IM.
Dengan estimasi sekitar 20 kapal yang beroperasi setiap bulan, total uang yang dikumpulkan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Bahkan, dalam seminggu, IM disebut bisa meraup Rp100 hingga Rp200 juta dari praktik tersebut.
Tim penyidik turut menggeledah dua rumah di kawasan Kalidoni, Palembang. Dari penggeledahan tersebut, ditemukan sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai Rp143,2 juta, lima kartu ATM, dokumen dan catatan transaksiu, tujuh unit ponselt dan satu unit tablet
Uang tersebut diakui sebagai hasil pengumpulan setoran dari perusahaan terkait pengurusan SPB.
Kejati Sumsel memastikan penyidikan akan terus berlanjut, termasuk menelusuri aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Sebanyak 15 perusahaan jasa pelayaran juga akan diperiksa untuk memperkuat bukti.
“Ini jadi perhatian serius. Praktik seperti ini tidak boleh terjadi di daerah lain,” pungkas Ketut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu





