NTP Sumsel Naik 5,55 Persen pada Juni 2026, Harga Karet dan Kopi Jadi Penopang

AKURAT.CO SUMSEL Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sumatera Selatan mengalami peningkatan signifikan pada Juni 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat NTP mencapai 149,39, naik 5,55 persen dibandingkan Mei 2026 yang berada di angka 141,54.
Kenaikan tersebut menunjukkan daya beli petani di Sumatera Selatan membaik. Peningkatan terjadi karena kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang harus dibayar petani (Ib).
BPS mencatat, indeks harga yang diterima petani naik sebesar 6,66 persen, sedangkan indeks harga yang dibayar petani hanya meningkat 1,05 persen sepanjang Juni 2026.
Peningkatan NTP terutama didorong oleh membaiknya kinerja subsektor perkebunan yang mencatat kenaikan paling tinggi, yakni 7,13 persen. Sejumlah komoditas perkebunan menjadi motor utama penguatan tersebut, di antaranya karet, kopi, lada, dan kakao.
Selain komoditas perkebunan, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah hasil pertanian lainnya seperti gabah, jagung, ketela pohon, tomat, semangka, dan pepaya. Kondisi tersebut turut meningkatkan pendapatan yang diterima petani.
Di sisi lain, biaya yang harus dikeluarkan petani juga mengalami kenaikan, meski relatif lebih rendah.
Baca Juga: Tokoh Agama hingga Aktivis di Palembang Sampaikan Aspirasi Penolakan LGBT
Beberapa komponen yang mendorong naiknya pengeluaran petani antara lain harga bensin, pupuk urea, pupuk NPK, herbisida, cuka getah, tawas, wadah penampung getah, ongkos angkut, bawang merah, bawang putih, serta tomat sayur.
Meski secara umum NTP Sumsel meningkat, tidak seluruh subsektor mengalami tren positif. BPS mencatat NTP subsektor tanaman pangan turun 0,27 persen, hortikultura turun 0,65 persen, peternakan turun 1,99 persen, dan perikanan turun 0,90 persen.
Penurunan juga terjadi pada subsektor perikanan tangkap yang melemah 0,79 persen, sementara perikanan budidaya turun 1,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Sebagai indikator kesejahteraan petani, NTP menggambarkan perbandingan antara harga yang diterima petani dari hasil produksi dengan biaya yang mereka keluarkan untuk konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan produksi.
Semakin tinggi nilai NTP, semakin besar pula kemampuan atau daya beli petani.
Dengan capaian NTP sebesar 149,39 pada Juni 2026, kondisi petani di Sumatera Selatan secara umum dinilai mengalami perbaikan, terutama berkat menguatnya harga komoditas perkebunan yang menjadi andalan daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Motorola Moto G37, Moto G77 Power dan Moto G67 Resmi Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 2Bansos PKH BPNT Tahap 4 Cair Mulai Oktober 2026, Cek Namamu Terdaftar atau Tidak di Sini
- 3Daftar 18 Perusahaan Penyumbang Hotspot Karhula di Palembang Versi Walhi
- 4Ramalan Zodiak Libra Hari Ini 6 Oktober 2026: Karier Makin Disorot, Keuangan Jangan Impulsif
- 5Ramalan Zodiak Hari Ini 9 Oktober 2026, 5 Zodiak Ini Punya Peluang Baik dalam Karier dan Asmara
- 622 Ribu Lebih Hotspot di Lahan Konsensi, 12 Perusahaan di Sumsel Disegel
- 75 Ramalan Zodiak Hari Ini 7 Oktober 2026, Ada yang Berpeluang Hoki
- 8Naik Tipis, Berikut Harga Emas Perhiasan Palembang Selasa 6 Oktober 2026
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









