Sumsel

Ekspor Sumsel Kontraksi 1,37% Januari–Oktober 2025: Sektor Migas Anjlok Tajam, Industri Pengolahan Jadi Penyelamat

Maman Suparman | 8 Desember 2025, 20:00 WIB
Ekspor Sumsel Kontraksi 1,37% Januari–Oktober 2025: Sektor Migas Anjlok Tajam, Industri Pengolahan Jadi Penyelamat

AKURAT.CO SUMSEL Kinerja ekspor Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menunjukkan tren pelemahan sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat nilai ekspor daerah ini mencapai US$5,33 miliar, turun sebesar 1,37% dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, menjelaskan bahwa kontraksi tersebut disebabkan oleh penurunan di dua sektor utama, yakni migas dan nonmigas.

“Ekspor migas turun cukup tajam sebesar 16,11%, sementara nonmigas melemah tipis 0,26%,” jelas Wahyu, Senin (8/12/2025).

Penurunan paling signifikan dicatat oleh sektor migas, yang nilai ekspornya hanya mencapai US$318 juta, anjlok dari US$380 juta pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Ibu Rumah Tangga di Palembang Tertipu Kenalan Facebook, Motor Raib Dibawa Putra

Sementara itu, ekspor nonmigas cenderung stabil, meski mengalami pelemahan tipis dari US$5,03 miliar menjadi US$5,02 miliar.

Komoditas unggulan Sumsel, seperti bahan bakar mineral (termasuk batu bara), turut mengalami tekanan dengan penurunan sebesar 12,19% year-on-year (yoy). Ekspor pulp dari kayu juga terkoreksi tipis sebesar 0,55%.

Di tengah tekanan tersebut, sektor industri pengolahan muncul sebagai penopang utama dan game changer. Nilai ekspor dari sektor ini justru melonjak 8,89% menjadi US$2,9 miliar, naik signifikan dari US$2,66 miliar pada tahun 2024.

Selain itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatatkan kenaikan tajam sebesar 46,05%, mencapai US$97,56 juta. Kenaikan ini dinilai BPS sebagai sinyal positif kembalinya permintaan pasar global terhadap komoditas primer.

Di tingkat komoditas, karet dan produk olahannya menjadi satu-satunya komoditas besar yang menunjukkan pertumbuhan kuat, melesat 18,60% yoy. Lonjakan ini diperkirakan terkait dengan pemulihan permintaan dari industri manufaktur global.

Tiongkok masih memegang posisi sebagai mitra dagang terbesar Sumsel, dengan total nilai ekspor mencapai US$2,1 miliar. Komoditas utama yang diekspor ke negara tirai bambu tersebut meliputi pulp dari kayu, batu bara dan lignit, serta karet dan produk turunannya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia