Sumsel

Sumsel Genjot Produksi Bawang Merah Lokal Demi Redam Mitos Inflasi Nataru

Maman Suparman | 20 November 2025, 20:00 WIB
Sumsel Genjot Produksi Bawang Merah Lokal Demi Redam Mitos Inflasi Nataru

 

AKURAT.CO SUMSEL Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Selatan (Sumsel) bergerak cepat menjamin ketersediaan komoditas strategis, khususnya bawang merah, menjelang momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Upaya ini fokus pada penguatan produksi lokal untuk menekan defisit dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah Sumsel, Bambang Pramono, menekankan bahwa peningkatan produksi mandiri adalah langkah krusial.

"Peningkatan produksi lokal menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah," ujar Bambang dalam keterangan resminya, Kamis (20/11/2025). 

Sebagai langkah strategis, TPID Sumsel bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam telah menggelar Panen Bersama Bawang Merah di Kecamatan Dempo Utara pada Sabtu (15/11/2025) lalu.

Hasil panen ini menunjukkan peningkatan signifikan. Produksi bawang merah tercatat mencapai 15,7 ton per hektare, naik 15 persen dibandingkan musim tanam sebelumnya.

Baca Juga: PGRI OKU Desak Perlindungan Negara Setelah Guru SMP Ditemukan Tewas Terikat di Kos

Menurut Bambang, lonjakan hasil ini tak lepas dari penerapan teknologi budidaya yang lebih efisien. Teknologi tersebut mencakup penggunaan benih unggul bersertifikat, sprayer, mulsa plastik, hingga pupuk organik.

“Bawang merah merupakan salah satu komoditas yang masih mengalami defisit di Sumsel. Dengan memperkuat produksi di Pagar Alam, tekanan inflasi dapat ditekan dari sisi pasokan,” jelasnya. 

Dalam rangka menggenjot kecukupan pasokan secara berkelanjutan, Bank Indonesia selaku bagian dari TPID Sumsel, memberikan dukungan konkret kepada kelompok tani di Pagar Alam. Bantuan tersebut berupa bibit bawang merah dan alat cultivator modern.

Lebih dari itu, BI Sumsel juga memfasilitasi peningkatan kapasitas petani melalui kegiatan studi pembelajaran ke sentra produksi bawang merah yang sukses di Solok dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar).

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia