Sumsel

Stok 100 Ribu Ton, Bulog Sumsel-Babel Pastikan Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2025

Maman Suparman | 16 Juli 2025, 21:00 WIB
Stok 100 Ribu Ton, Bulog Sumsel-Babel Pastikan Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2025

AKURAT.CO SUMSEL Di tengah dinamika harga pangan yang terus berfluktuasi, kabar baik datang dari Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel-Babel). Hingga pertengahan Juli 2025, Bulog mencatat cadangan beras di seluruh gudang mereka telah menyentuh angka 100 ribu ton.

Kepala Bulog Wilayah Sumsel-Babel, Rasiwan, memastikan stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat hingga penghujung tahun.

“Kondisi stok saat ini sangat aman. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, pasokan beras kita cukup hingga akhir 2025,” ujar Rasiwan, Rabu (16/7/2025).

Rasiwan menjelaskan, sebagian besar cadangan tersebut merupakan hasil serapan dari petani lokal di Sumsel. Sejak Januari, Bulog telah menyerap lebih dari 112 ribu ton beras, atau setara 78 persen dari target tahunan.

Baca Juga: Viral Video Pengeroyokan di Simpang RS Charitas Palembang, Lima Pemuda Ditangkap Polisi

“Ini bentuk nyata keberpihakan pada petani. Beras yang kami serap akan digunakan untuk dua program strategis pemerintah: Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan,” katanya.

Program SPHP mulai digulirkan sejak 12 Juli dan akan berlangsung hingga Desember 2025, bertujuan menstabilkan harga beras di pasaran yang belakangan mengalami tren kenaikan.

Sementara itu, program bantuan pangan difokuskan untuk periode Juni dan Juli, dengan satu kali penyaluran. Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) akan mendapat 20 kilogram beras, atau 10 kilogram per bulan.

“Program ini sangat membantu meringankan beban masyarakat. Selain menjaga daya beli, juga mendukung ketahanan pangan di tengah inflasi pangan yang masih sensitif,” jelas Rasiwan.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia