Karhutla di OKI Meluas, Asap Kebakaran Mengarah ke Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) hingga Selasa (20/10/2026) masih didominasi wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Asap dari sejumlah titik kebakaran di kabupaten tersebut dilaporkan bergerak menuju Kota Palembang.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumsel, Ferdian Krisnanto, mengatakan titik kebakaran terpantau melalui patroli udara, pemeriksaan langsung di lapangan, serta laporan dari berbagai pihak.
“Berdasarkan pemantauan, kejadian kebakaran masih didominasi dari Kabupaten OKI,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan satelit, sumber asap di OKI terdeteksi berasal dari Kecamatan Cengal, Pangkalan Lampam, dan Tulung Selapan. Selain di OKI, kebakaran yang menghasilkan asap cukup besar juga terjadi di Desa Putak dan Gumai, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.
Sementara itu, kebakaran di wilayah Karang Agung dan Medak, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), turut menghasilkan asap yang bergerak ke arah Jambi.
Baca Juga: Jumlah Anggota DPRD Sumsel 2025 Capai 75 Orang, Perempuan Baru 18
Ferdian menjelaskan, tim Manggala Agni memprioritaskan pemadaman di lokasi yang menjadi sumber asap dan memiliki area kebakaran luas, terutama di OKI, Muba, dan Muara Enim.
Penanganan juga dilakukan di Kabupaten Ogan Ilir, khususnya di sekitar Jalan Lintas Indralaya dan kawasan jalan tol. Adapun kebakaran berskala besar di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masih dalam proses penanganan.
Di Kabupaten Banyuasin, titik kebakaran yang masih menjadi perhatian petugas berada di kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan. Kawasan tersebut membentang di wilayah Banyuasin dan OKI, dengan sejumlah titik kebakaran yang terus dipantau dan ditangani.
Untuk mempercepat pemadaman, sebanyak 254 personel Manggala Agni dikerahkan di Sumsel. Mereka berasal dari empat daerah operasi dan diperkuat personel bantuan kendali operasi (BKO) dari Daops Siak dan Rengat di Riau, serta Sarolangun dan Tebo di Jambi.
Upaya penanganan juga melibatkan TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Selain pemadaman melalui satgas darat, penanganan karhutla didukung operasi penaburan dry ice melalui posko Sumsel dengan pendanaan dari Kementerian Kehutanan. Operasi modifikasi cuaca (OMC) juga masih dilakukan apabila terdapat awan potensial setelah penaburan dry ice.
Petugas turut mendapat dukungan helikopter untuk melakukan water bombing atau pemadaman menggunakan bom air di sejumlah lokasi kebakaran.
Ferdian mengimbau masyarakat yang ingin mengetahui sebaran titik panas atau hotspot untuk memantau informasi melalui situs resmi Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi), yang dapat diakses secara terbuka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Daftar Kasus yang Pernah Ditangani Kamarudin Simanjutak: Korupsi E-KTP Sampai Pembunuhan Brigadr J
- 2Mutasi Pejabat Polrestabes Palembang, Kasatresnarkoba hingga Kapolsek Sako Berganti
- 3Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 5Update Jadwal Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026
- 65 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 20 Oktober 2026: Cinta, Karier, dan Keuangan
- 7BMKG Prediksi Hujan Merata di Sumsel Mulai Pertengahan November 2026
- 8Ramalan Zodiak Libra Hari Ini, Senin 19 Oktober 2026: Asmara Harmonis, Keuangan Perlu Dijaga
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







