Sumsel

Karhutla di OKI Meluas, Asap Kebakaran Mengarah ke Palembang

Kurnia | 20 Oktober 2026, 22:13 WIB
Karhutla di OKI Meluas, Asap Kebakaran Mengarah ke Palembang
Karhutla - Foto: Kementerian Kehutanan

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) hingga Selasa (20/10/2026) masih didominasi wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Asap dari sejumlah titik kebakaran di kabupaten tersebut dilaporkan bergerak menuju Kota Palembang.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumsel, Ferdian Krisnanto, mengatakan titik kebakaran terpantau melalui patroli udara, pemeriksaan langsung di lapangan, serta laporan dari berbagai pihak.

“Berdasarkan pemantauan, kejadian kebakaran masih didominasi dari Kabupaten OKI,” ujarnya.

Dari hasil pemantauan satelit, sumber asap di OKI terdeteksi berasal dari Kecamatan Cengal, Pangkalan Lampam, dan Tulung Selapan. Selain di OKI, kebakaran yang menghasilkan asap cukup besar juga terjadi di Desa Putak dan Gumai, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.

Sementara itu, kebakaran di wilayah Karang Agung dan Medak, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), turut menghasilkan asap yang bergerak ke arah Jambi.

Baca Juga: Jumlah Anggota DPRD Sumsel 2025 Capai 75 Orang, Perempuan Baru 18

Ferdian menjelaskan, tim Manggala Agni memprioritaskan pemadaman di lokasi yang menjadi sumber asap dan memiliki area kebakaran luas, terutama di OKI, Muba, dan Muara Enim.

Penanganan juga dilakukan di Kabupaten Ogan Ilir, khususnya di sekitar Jalan Lintas Indralaya dan kawasan jalan tol. Adapun kebakaran berskala besar di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masih dalam proses penanganan.

Di Kabupaten Banyuasin, titik kebakaran yang masih menjadi perhatian petugas berada di kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan. Kawasan tersebut membentang di wilayah Banyuasin dan OKI, dengan sejumlah titik kebakaran yang terus dipantau dan ditangani.

Untuk mempercepat pemadaman, sebanyak 254 personel Manggala Agni dikerahkan di Sumsel. Mereka berasal dari empat daerah operasi dan diperkuat personel bantuan kendali operasi (BKO) dari Daops Siak dan Rengat di Riau, serta Sarolangun dan Tebo di Jambi.

Upaya penanganan juga melibatkan TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Selain pemadaman melalui satgas darat, penanganan karhutla didukung operasi penaburan dry ice melalui posko Sumsel dengan pendanaan dari Kementerian Kehutanan. Operasi modifikasi cuaca (OMC) juga masih dilakukan apabila terdapat awan potensial setelah penaburan dry ice.

Petugas turut mendapat dukungan helikopter untuk melakukan water bombing atau pemadaman menggunakan bom air di sejumlah lokasi kebakaran.

Ferdian mengimbau masyarakat yang ingin mengetahui sebaran titik panas atau hotspot untuk memantau informasi melalui situs resmi Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi), yang dapat diakses secara terbuka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia