15 Penerbangan Terdampak Kabut Asap di Palembang, Ini Rute Keberangkatan dan Kedatangan

AKURAT.CO SUMSEL Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (10/10/2026).
Sebanyak 15 penerbangan keberangkatan dan kedatangan tercatat terdampak hingga pukul 12.30 WIB.
Humas Bandara SMB II Palembang, Nidia Besthonie, membenarkan adanya gangguan terhadap sejumlah penerbangan tersebut. Kondisi jarak pandang di sekitar bandara menjadi salah satu faktor yang memengaruhi operasional penerbangan.
"Benar, pada Sabtu siang, jarak pandang atau visibility tercatat mencapai 5.000 meter," kata Nidia dalam keterangan tertulis.
Berdasarkan data yang disampaikan pihak bandara, terdapat tujuh penerbangan keberangkatan dan delapan penerbangan kedatangan yang masuk dalam daftar penerbangan terdampak.
Baca Juga: Penggerebekan Narkoba di Lorong Jayalaksana Palembang, Polisi Sita 4 Paket Sabu
Pada sektor keberangkatan, penerbangan yang terdampak meliputi JT246 rute Palembang-Batam dengan status RTA, TR255 rute Palembang-Singapura, IU302 rute Palembang-Pangkalpinang, SI7296 rute Palembang-Pagar Alam, QG987 rute Palembang-Jakarta, IU964 rute Palembang-Kualanamu, serta AK461 rute Palembang-Kuala Lumpur.
Sementara itu, delapan penerbangan kedatangan yang terdampak terdiri atas TR255 dari Singapura, SI7295 dari Pagar Alam, QG9962 dari Jakarta, IU933 dari Yogyakarta International Airport (YIA), AK462 dari Kuala Lumpur, QG980 dari Jakarta, GA102 dari Jakarta, dan GA104 dari Jakarta.
Pihak bandara terus memantau perkembangan kondisi operasional penerbangan, terutama terkait cuaca dan jarak pandang di sekitar bandara.
Calon penumpang diimbau memeriksa status penerbangan melalui maskapai masing-masing untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai jadwal keberangkatan maupun kedatangan.
Gangguan penerbangan ini menambah dampak karhutla di Sumatera Selatan. Selain memengaruhi aktivitas transportasi udara, kabut asap juga berpotensi menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Motorola Moto G37, Moto G77 Power dan Moto G67 Resmi Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 2Daftar 18 Perusahaan Penyumbang Hotspot Karhula di Palembang Versi Walhi
- 322 Ribu Lebih Hotspot di Lahan Konsensi, 12 Perusahaan di Sumsel Disegel
- 4Ramalan Zodiak Hari Ini 9 Oktober 2026, 5 Zodiak Ini Punya Peluang Baik dalam Karier dan Asmara
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 7 Oktober 2026, Ada yang Berpeluang Hoki
- 6Harga TBS Sawit Sumsel Awal Oktober 2026 Turun, Segini Besaran per Kg Berdasarkan Umur Tanaman
- 7Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Lengkap dengan Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 8Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Tak Bergerak Naik, Cek Rinciannya di Sini
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








