Sumsel

Kualitas Udara Palembang Pagi ini Masuk Kategori Berbahaya, Hotspot Sumsel Capai 3.053 Titik

Kurnia | 2 Oktober 2026, 09:00 WIB
Kualitas Udara Palembang Pagi ini Masuk Kategori Berbahaya, Hotspot Sumsel Capai 3.053 Titik
Kabut Asap Palembang.

AKURAT.CO SUMSEL Kualitas udara di Kota Palembang pada Jumat (2/10/2026) pagi berada dalam kategori berbahaya.

Kondisi tersebut terjadi di tengah tingginya jumlah titik panas atau hotspot yang terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).

Berdasarkan pemantauan kualitas udara pada pukul 08.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI⁺) Palembang mencapai 591 AQI US dan masuk kategori berbahaya.

Polutan utama yang menjadi perhatian adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 371 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Pada saat yang sama, kondisi cuaca di Palembang tercatat berada pada suhu 29 derajat Celsius, dengan kecepatan angin sekitar 10 kilometer per jam dan kelembapan 67 persen.

Tingginya konsentrasi PM2.5 tersebut menunjukkan kondisi udara yang sangat buruk sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan polusi udara.

Baca Juga: Daftar Harga BBM Pertamina di Palembang Berlaku Mulai 1 Oktober 2026

Kondisi kualitas udara ini terjadi bersamaan dengan tingginya aktivitas titik panas di Sumsel.

Data SiPongi+ dalam 24 jam terakhir mencatat sedikitnya 3.053 hotspot tersebar di berbagai wilayah Sumsel.

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 1.905 titik.

Selanjutnya, Banyuasin tercatat memiliki 485 titik panas, disusul Musi Banyuasin sebanyak 384 titik.

Sejumlah daerah lain juga terdeteksi memiliki hotspot, yakni Muara Enim 64 titik, Ogan Ilir 57 titik, Ogan Komering Ulu Selatan 48 titik, Ogan Komering Ulu 29 titik, dan Penukal Abab Lematang Ilir 23 titik.

Kemudian Musi Rawas 12 titik, Empat Lawang 11 titik, Lahat 11 titik, Ogan Komering Ulu Timur 11 titik, Musi Rawas Utara 8 titik, serta Kota Palembang 5 titik.

Data tersebut terakhir diperbarui pada 2 Oktober 2026 pukul 08.24 WIB.

Tingginya hotspot di sejumlah kabupaten, khususnya OKI, Banyuasin, dan Musi Banyuasin, menjadi salah satu indikator masih tingginya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia