Karhutla Bakar 2.300 Hektare SM Padang Sugihan, Habitat Gajah Terancam

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumatera Selatan, telah membakar sekitar 2.300 hektare kawasan konservasi.
Kebakaran tersebut menjadi perhatian Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan karena lokasinya berada di sekitar habitat gajah, termasuk kawasan Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21.
Kepala BKSDA Sumsel Daniwari Widiyanto mengatakan, SM Padang Sugihan memiliki luas sekitar 88.000 hektare. Karhutla di kawasan tersebut mulai terdeteksi sejak pekan pertama Agustus 2026.
Sejumlah titik api sebelumnya sempat dikendalikan. Namun, kebakaran kembali muncul pada 29 Agustus 2026 di sekitar Posko Tambatan.
“Hal ini membuat BKSDA Sumsel meningkatkan pengamanan di kawasan yang berbatasan dengan habitat gajah,” kata Daniwari, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Daniwari, petugas terus melakukan pemadaman, patroli, dan pembasahan lahan untuk mencegah api meluas ke kawasan habitat satwa dilindungi.
BKSDA Sumsel juga memberikan perhatian khusus terhadap wilayah Wildlife Protection Unit seluas 7.350 hektare yang mencakup kawasan PKG Jalur 21.
“Kita tentu berharap api ini tidak sampai masuk ke area gajah. Karena di sana ada 7.350 hektare yang merupakan wildlife protection unit, Pusat Konservasi Gajah Jalur 21,” ujarnya.
Daniwari menduga sumber api bukan berasal dari aktivitas di dalam kawasan SM Padang Sugihan. Bara api dari wilayah luar kawasan yang sebelumnya terbakar diduga terbawa angin hingga masuk ke area suaka margasatwa.
Meski belum seluruh titik api berhasil dipadamkan, petugas masih mampu mengendalikan penyebaran kebakaran agar tidak semakin meluas.
“Dengan penanganan seperti itu, alhamdulillah dampaknya tidak terlalu besar. Memang belum bisa padam seluruhnya, tetapi setidaknya penyebarannya masih bisa kita kendalikan,” katanya.
Baca Juga: iPhone 18 Pro Series dan iPhone Lipat Rilis Minggu Depan, Cek Bocoran Kisaran Harganya di Indonesia
Untuk memperkuat penanganan, BKSDA Sumsel telah menempatkan tujuh posko di kawasan SM Padang Sugihan.
Posko tersebut diisi personel Brigade Pengendalian Kebakaran (Brigdal) Karhutla BKSDA Sumsel bersama masyarakat dan beroperasi selama 24 jam.
Selain melakukan pemadaman, personel di posko juga menjalankan patroli dan penjagaan kawasan, memberikan sosialisasi kepada masyarakat, serta mempercepat penanganan jika kembali ditemukan titik api.
Penanganan karhutla dilakukan secara gabungan dengan melibatkan Brigdal Karhutla BKSDA Sumsel, Manggala Agni, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Sumatera, serta TNI.
Satgas Darurat Bencana Asap Provinsi Sumsel turut mendukung upaya pemadaman melalui operasi water bombing menggunakan helikopter yang dilakukan setiap hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Daftar Kasus yang Pernah Ditangani Kamarudin Simanjutak: Korupsi E-KTP Sampai Pembunuhan Brigadr J
- 25 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 20 Oktober 2026: Cinta, Karier, dan Keuangan
- 3Update Jadwal Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini 21 Oktober 2026, Ada Peluang Baru hingga Urusan Asmara
- 5Ramalan Zodiak Libra Hari Ini, Senin 19 Oktober 2026: Asmara Harmonis, Keuangan Perlu Dijaga
- 6Harga Terbaru Emas Perhiasan Palembang Senin 19 Oktober 2026
- 7Pencairan Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Penerima PKH BPNT di Sini
- 8Menang Dua Kali Beruntun Pelatih Sumsel United Tetap Soroti Lini Pertahanan dan Fisik Pemain
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







