Sumsel

Karhutla Bakar 2.300 Hektare SM Padang Sugihan, Habitat Gajah Terancam

Kurnia | 5 September 2026, 17:44 WIB
Karhutla Bakar 2.300 Hektare SM Padang Sugihan, Habitat Gajah Terancam
Karhutla yang terjadi di wilayah perbatasan Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (3/9/2026). (ANTARA/Puspen Mabes TNI)

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumatera Selatan, telah membakar sekitar 2.300 hektare kawasan konservasi.

Kebakaran tersebut menjadi perhatian Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan karena lokasinya berada di sekitar habitat gajah, termasuk kawasan Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21.

Kepala BKSDA Sumsel Daniwari Widiyanto mengatakan, SM Padang Sugihan memiliki luas sekitar 88.000 hektare. Karhutla di kawasan tersebut mulai terdeteksi sejak pekan pertama Agustus 2026.

Sejumlah titik api sebelumnya sempat dikendalikan. Namun, kebakaran kembali muncul pada 29 Agustus 2026 di sekitar Posko Tambatan.

“Hal ini membuat BKSDA Sumsel meningkatkan pengamanan di kawasan yang berbatasan dengan habitat gajah,” kata Daniwari, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Daniwari, petugas terus melakukan pemadaman, patroli, dan pembasahan lahan untuk mencegah api meluas ke kawasan habitat satwa dilindungi.

BKSDA Sumsel juga memberikan perhatian khusus terhadap wilayah Wildlife Protection Unit seluas 7.350 hektare yang mencakup kawasan PKG Jalur 21.

“Kita tentu berharap api ini tidak sampai masuk ke area gajah. Karena di sana ada 7.350 hektare yang merupakan wildlife protection unit, Pusat Konservasi Gajah Jalur 21,” ujarnya.

Daniwari menduga sumber api bukan berasal dari aktivitas di dalam kawasan SM Padang Sugihan. Bara api dari wilayah luar kawasan yang sebelumnya terbakar diduga terbawa angin hingga masuk ke area suaka margasatwa.

Meski belum seluruh titik api berhasil dipadamkan, petugas masih mampu mengendalikan penyebaran kebakaran agar tidak semakin meluas.

“Dengan penanganan seperti itu, alhamdulillah dampaknya tidak terlalu besar. Memang belum bisa padam seluruhnya, tetapi setidaknya penyebarannya masih bisa kita kendalikan,” katanya.

Baca Juga: iPhone 18 Pro Series dan iPhone Lipat Rilis Minggu Depan, Cek Bocoran Kisaran Harganya di Indonesia

Untuk memperkuat penanganan, BKSDA Sumsel telah menempatkan tujuh posko di kawasan SM Padang Sugihan.

Posko tersebut diisi personel Brigade Pengendalian Kebakaran (Brigdal) Karhutla BKSDA Sumsel bersama masyarakat dan beroperasi selama 24 jam.

Selain melakukan pemadaman, personel di posko juga menjalankan patroli dan penjagaan kawasan, memberikan sosialisasi kepada masyarakat, serta mempercepat penanganan jika kembali ditemukan titik api.

Penanganan karhutla dilakukan secara gabungan dengan melibatkan Brigdal Karhutla BKSDA Sumsel, Manggala Agni, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Sumatera, serta TNI.

Satgas Darurat Bencana Asap Provinsi Sumsel turut mendukung upaya pemadaman melalui operasi water bombing menggunakan helikopter yang dilakukan setiap hari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia