Sumsel

Krisis Air Bersih dan Kabut Asap Mengancam Palembang, Pemkot Siapkan Tangki hingga Opsi Sekolah Daring

Deny Wahyudi | 24 Agustus 2026, 15:24 WIB
Krisis Air Bersih dan Kabut Asap Mengancam Palembang, Pemkot Siapkan Tangki hingga Opsi Sekolah Daring
Krisis Air Bersih dan Kabut Asap Mengancam Palembang, Pemkot Siapkan Tangki hingga Opsi Sekolah Daring

AKURAT.CO SUMSEL Musim kemarau panjang mulai memicu persoalan serius di sejumlah wilayah Kota Palembang. Selain kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), warga di tiga kecamatan mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

Tiga wilayah yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Palembang yakni Kecamatan Sukarami, Sematang Borang dan Jakabaring.

Kondisi tersebut dibahas dalam rapat penanggulangan karhutla dan kabut asap yang dipimpin Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat se-Kota Palembang, Jumat (22/8/2026).

Ratu Dewa meminta seluruh jajaran bergerak cepat, terutama memastikan posko di tingkat kecamatan berjalan optimal dan data kondisi di lapangan diperbarui.

"Intinya bagaimana optimalisasi posko yang ada di kecamatan serta meng-crosscheck kembali data yang ada agar bisa diselesaikan dan beres," ujar Ratu Dewa.

Untuk mengatasi persoalan kekeringan, Pemkot Palembang menggandeng PDAM Tirta Musi dan Dinas Perkimtan untuk menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki.

Baca Juga: Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Palembang Sebar 16.500 Masker ke Masyarakat

Bantuan air akan disalurkan ke Sukarami, Sematang Borang dan Jakabaring dengan pengaturan berdasarkan kebutuhan warga.

Langkah ini diambil karena kemarau panjang mulai membuat sebagian masyarakat kesulitan memperoleh sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.

"Semua permasalahan kompleks satu per satu diurai. Dari kesehatan, air bersih, hingga pertanian. Kita selesaikan bersama OPD terkait," kata Ratu Dewa.

Selain krisis air bersih, Pemkot Palembang juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla dan kabut asap.

Setiap kecamatan diwajibkan memiliki posko siaga. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) diminta memastikan armada pemadam dalam kondisi siap digunakan apabila terjadi kebakaran.

Dari sektor kesehatan, puskesmas di setiap kecamatan diminta menyiapkan tabung oksigen serta meningkatkan kesiagaan untuk menangani warga yang mengalami gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Pemkot juga menyiapkan pembagian masker kepada masyarakat di setiap kecamatan, terutama jika kualitas udara semakin memburuk.

Kelompok rentan, termasuk anak-anak dan warga dengan kondisi kesehatan tertentu, menjadi perhatian khusus pemerintah.

Dampak kabut asap juga menjadi perhatian di sektor pendidikan.

Ratu Dewa telah mengimbau sekolah agar tidak menggelar kegiatan di luar ruangan, seperti upacara dan aktivitas lainnya yang membuat siswa terpapar langsung udara luar.

Imbauan serupa juga berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) agar mengurangi kegiatan di luar ruangan.

Pemkot Palembang bahkan tengah mempertimbangkan opsi pembelajaran secara daring apabila kondisi kabut asap semakin mengganggu kesehatan siswa.

Keputusan mengenai kemungkinan penerapan pembelajaran online tersebut akan dibahas bersama Dinas Pendidikan dan perangkat terkait.

Persoalan kemarau juga mulai menyentuh sektor pertanian.

Ratu Dewa meminta Dinas Pertanian berkoordinasi dengan balai di tingkat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk menangani lahan persawahan yang mulai mengering.

Langkah tersebut diperlukan agar proses penanaman padi petani tetap berjalan dan tidak terganggu akibat kekurangan air.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia