Sumsel

Karhutla Kian Meluas, Kemenhut Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Sumsel Selama 12 Hari

Septiyanti Dwi Cahyani | 22 Juli 2026, 06:00 WIB
Karhutla Kian Meluas, Kemenhut Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Sumsel Selama 12 Hari
Ilustrasi karhutla.

AKURAT.CO SUMSEL - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus meningkat seiring menguatnya musim kemarau.

Hingga 18 Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat sebanyak 444 kejadian karhutla, dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah terbaru yang masuk kategori zona merah.

Masuknya OKI menambah jumlah wilayah berstatus zona merah menjadi enam kabupaten.

Baca Juga: Jumlah Kasus Demam Berdarah dan TB di Palembang Hingga Pertengahan Tahun 2026, Ini Rinciannya

Status tersebut diberikan kepada daerah yang telah mencatat lebih dari 30 kejadian karhutla sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data BPBD Sumsel, Musi Banyuasin (Muba) menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla tertinggi, yakni 67 kejadian.

Posisi berikutnya ditempati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan 65 kejadian, disusul Ogan Ilir sebanyak 60 kejadian, Banyuasin 57 kejadian, Muara Enim 38 kejadian, dan OKI 34 kejadian.

Baca Juga: BGN Umumkan 5 Pejabat Baru Pengurus Program MBG, Ini Daftarnya

Selain enam daerah tersebut, BPBD juga mencatat empat wilayah yang berada pada kategori zona oranye, yakni daerah dengan 16 hingga 30 kejadian karhutla.

Wilayah tersebut meliputi Musi Rawas Utara (Muratara) sebanyak 27 kejadian, Palembang 22 kejadian, Ogan Komering Ulu (OKU) 20 kejadian, serta Musi Rawas 16 kejadian.

Sebagai langkah penanganan karhutla, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama 12 hari.

Baca Juga: Legenda Sriwijaya FC Wijay Dukung Ferry Rotinsulu Jadi Pelatih Kepala

Operasi tersebut digelar sejak 19-30 Juli mendatang di lokasi-lokasi terjadi karhutla.

Hujan hasil OMC diharapkan dapat membantu proses pemadaman karhutla.

Upaya ini juga bertujuan meningkatkan ketersediaan air di embung dan kanal yang digunakan tim pemadam.

Baca Juga: Terbuai Janji Cuan, Mertua di Palembang Kehilangan Rp200 Juta Diduga Ditipu Menantu

Pelaksanaan OMC didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang bertugas menganalisis kondisi cuaca dan atmosfer, menyusun prakiraan cuaca, serta menentukan potensi pertumbuhan awan yang layak untuk dilakukan penyemaian.

Sementara itu, Lanud Sri Mulyono Herlambang memberikan dukungan dalam koordinasi lalu lintas udara, aspek teknis penerbangan, dan keselamatan selama operasi berlangsung. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.