Karhutla Kian Meluas, Kemenhut Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Sumsel Selama 12 Hari

AKURAT.CO SUMSEL - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus meningkat seiring menguatnya musim kemarau.
Hingga 18 Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat sebanyak 444 kejadian karhutla, dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah terbaru yang masuk kategori zona merah.
Masuknya OKI menambah jumlah wilayah berstatus zona merah menjadi enam kabupaten.
Baca Juga: Jumlah Kasus Demam Berdarah dan TB di Palembang Hingga Pertengahan Tahun 2026, Ini Rinciannya
Status tersebut diberikan kepada daerah yang telah mencatat lebih dari 30 kejadian karhutla sepanjang tahun ini.
Berdasarkan data BPBD Sumsel, Musi Banyuasin (Muba) menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla tertinggi, yakni 67 kejadian.
Posisi berikutnya ditempati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan 65 kejadian, disusul Ogan Ilir sebanyak 60 kejadian, Banyuasin 57 kejadian, Muara Enim 38 kejadian, dan OKI 34 kejadian.
Baca Juga: BGN Umumkan 5 Pejabat Baru Pengurus Program MBG, Ini Daftarnya
Selain enam daerah tersebut, BPBD juga mencatat empat wilayah yang berada pada kategori zona oranye, yakni daerah dengan 16 hingga 30 kejadian karhutla.
Wilayah tersebut meliputi Musi Rawas Utara (Muratara) sebanyak 27 kejadian, Palembang 22 kejadian, Ogan Komering Ulu (OKU) 20 kejadian, serta Musi Rawas 16 kejadian.
Sebagai langkah penanganan karhutla, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama 12 hari.
Baca Juga: Legenda Sriwijaya FC Wijay Dukung Ferry Rotinsulu Jadi Pelatih Kepala
Operasi tersebut digelar sejak 19-30 Juli mendatang di lokasi-lokasi terjadi karhutla.
Hujan hasil OMC diharapkan dapat membantu proses pemadaman karhutla.
Upaya ini juga bertujuan meningkatkan ketersediaan air di embung dan kanal yang digunakan tim pemadam.
Baca Juga: Terbuai Janji Cuan, Mertua di Palembang Kehilangan Rp200 Juta Diduga Ditipu Menantu
Pelaksanaan OMC didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang bertugas menganalisis kondisi cuaca dan atmosfer, menyusun prakiraan cuaca, serta menentukan potensi pertumbuhan awan yang layak untuk dilakukan penyemaian.
Sementara itu, Lanud Sri Mulyono Herlambang memberikan dukungan dalam koordinasi lalu lintas udara, aspek teknis penerbangan, dan keselamatan selama operasi berlangsung. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 15 Ramalan Zodiak Hari Ini 21 Oktober 2026, Ada Peluang Baru hingga Urusan Asmara
- 25 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 20 Oktober 2026: Cinta, Karier, dan Keuangan
- 3Kumpulan Link Twibbon Hari Santri Lengkap dengan Cara Membuatnya
- 4Ramalan Zodiak Scorpio Hari Ini 22 Oktober 2026: Karier, Cinta, dan Keuangan
- 5Bergerak Naik, Cek Harga Emas Perhiasan Palembang Rabu 21 Oktober 2026
- 6Tarif Listrik Terbaru Oktober 2026, Berlaku Golongan Subsidi dan Non Subsidi
- 7Update Harga Emas Perhiasan Palembang Kamis 22 Oktober 2026
- 8Pencairan Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Penerima PKH BPNT di Sini
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu




