Banjir Hingga Sampah Jadi Sorotan, Wali Kota Palembang Siapkan Langkah Kolaboratif

AKURAT.CO SUMSEL Persoalan klasik perkotaan seperti banjir, sampah, hingga kemacetan kembali menjadi perhatian serius di Kota Palembang.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menerima audiensi dari komunitas Sumsel Bersih di rumah dinasnya, Jumat (17/4/2026), untuk membahas solusi konkret atas berbagai persoalan tersebut.
Dalam pertemuan itu, Sumsel Bersih memaparkan hasil analisis mereka sejak 2024 yang menunjukkan bahwa banjir masih menjadi masalah utama yang belum tertangani secara optimal.
Ketua Sumsel Bersih, Boni Bangun, menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama banjir adalah sedimentasi di Sungai Musi yang menyebabkan pendangkalan.
Kondisi ini membuat air sungai lebih mudah meluap ke permukiman warga, terutama saat pasang bersamaan dengan hujan deras.
“Kalau hujan dan air pasang terjadi bersamaan, banjir bisa datang lebih cepat karena daya tampung sungai sudah berkurang,” ujarnya.
Tak hanya itu, alih fungsi lahan juga dinilai memperparah kondisi. Banyak kawasan rawa yang ditimbun untuk permukiman tanpa diimbangi pembangunan kolam retensi yang memadai, sehingga air hujan sulit terserap dan menggenangi wilayah sekitar.
Baca Juga: Efek Domino Konflik Timur Tengah, Harga Karet Sumsel Menguat, Petani Diminta Jaga Kualitas
Selain faktor lingkungan, persoalan perilaku masyarakat juga menjadi sorotan. Sampah domestik yang dibuang sembarangan kerap menyumbat aliran sungai dan drainase, memperburuk risiko banjir di sejumlah titik.
Menanggapi hal tersebut, Sumsel Bersih berencana menggelar forum group discussion (FGD) pada Mei 2026 untuk merumuskan solusi bersama dengan melibatkan berbagai pihak.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan kota yang kompleks.
“Penanganan banjir tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada sinergi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat agar solusi yang dihasilkan benar-benar efektif,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa upaya penanganan tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 6Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








