Efek Ramadan dan Imlek, Harga Tenggiri Premium Tembus Rp106 Ribu

AKURAT.CO SUMSEL Lonjakan permintaan bahan baku pempek dan olahan khas Palembang membuat stok ikan giling di kawasan penggilingan Jakabaring habis dalam hitungan jam. Dalam sehari, sekitar 4 ton ikan giling jenis tenggiri super dan premium terjual hanya dalam waktu enam jam.
Pemilik usaha penggilingan, Boy, mengatakan kondisi tersebut terjadi dalam 10 hari terakhir, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan perayaan Imlek.
“Permintaan sangat tinggi. Setiap hari kami selalu kekurangan stok. Produksi hampir 4 ton per hari dan tetap habis,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Pada hari normal, produksi ikan giling hanya berkisar 1 hingga 2 ton per hari. Namun menjelang momen hari besar keagamaan, angka tersebut melonjak tajam.
Ikan tenggiri menjadi jenis yang paling banyak diburu karena kualitasnya yang dianggap cocok untuk bahan baku pempek, tekwan, hingga model. Kenaikan permintaan ini tak hanya datang dari pelaku usaha kuliner, tetapi juga dari masyarakat yang memproduksi sendiri untuk kebutuhan keluarga.
Menurut Boy, lonjakan permintaan membuat pihaknya harus menjalin kerja sama lebih luas dengan distributor ikan mentah serta berkolaborasi dengan penggilingan lain agar pasokan tetap terjaga.
Boy menjelaskan, proses pengolahan ikan mentah menjadi ikan giling berkualitas memerlukan tahapan penyortiran dan pemisahan tulang. Dalam proses tersebut, terjadi penyusutan berat.
“Setiap ikan mentah yang diolah pasti berkurang karena tulang dan bagian yang tidak terpakai dipisahkan,” jelasnya.
Penyusutan itu berdampak pada volume akhir bahan baku yang siap digunakan untuk berbagai olahan khas Palembang.
Tingginya permintaan turut mendorong kenaikan harga. Ikan tenggiri premium kini dijual sekitar Rp106 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya di kisaran Rp90 ribuan. Sementara tenggiri super berada di harga Rp95 ribu per kilogram, dan ikan gabus berkisar Rp85 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram.
Untuk produk sampingan seperti kulit ikan tenggiri, harga juga ikut naik menjadi Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram tergantung kualitasnya.
Kondisi ini membuat pelaku usaha harus memutar strategi, termasuk menambah tenaga kerja agar proses produksi dan distribusi tetap berjalan lancar. Administrasi dan manajemen stok pun diperketat guna mengantisipasi lonjakan permintaan yang diperkirakan masih akan berlanjut hingga mendekati Ramadan.
Lonjakan konsumsi ikan giling ini menjadi indikator menggeliatnya aktivitas ekonomi masyarakat Palembang menjelang momen besar keagamaan, sekaligus memperlihatkan kuatnya tradisi kuliner berbahan dasar ikan di kota tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di iBox, Cek Jadwal dan Promo
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 5Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Cinta, Karier, dan Keuangan
- 6Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 8Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









