Sumsel

Wali Kota Palembang Dukung Terjemahan Al Quran dalam Bahasa Daerah, Lestarikan Budaya Lewat Spirit Keagamaan

Maman Suparman | 10 April 2025, 11:15 WIB
Wali Kota Palembang Dukung Terjemahan Al Quran dalam Bahasa Daerah, Lestarikan Budaya Lewat Spirit Keagamaan

AKURAT.CO SUMSEL Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal.

Kali ini, komitmen itu diwujudkan dalam bentuk dukungan terhadap terjemahan Al Quran dalam Bahasa Palembang, sebuah inisiatif yang memadukan nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal.

Dukungan tersebut disampaikan langsung saat menerima tim penyusun Muatan Lokal (Mulok) Bahasa Palembang yang hadir membawa hasil kerja mereka, termasuk versi terjemahan Al Quran dalam bahasa daerah.

“Ini harapan besar saya. Budaya Palembang jangan hanya dikenang, tapi harus menjadi bagian dari keseharian masyarakat kita, termasuk dalam memahami kitab suci,” ujar Ratu Dewa, Rabu (10/4/2025).

Tak hanya sebatas dukungan moral, Ratu Dewa bahkan berencana mendistribusikan Al Quran berbahasa Palembang ke seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan hingga kecamatan.

Ia menyebut langkah ini sebagai bentuk nyata dari upaya membumikan Al Quran dalam konteks budaya lokal.

“Masih banyak generasi kita yang belum bisa membaca Al Quran. Dengan adanya versi berbahasa Palembang, saya yakin ini akan memudahkan mereka memahami makna ayat-ayat suci. Ini adalah langkah strategis memperkuat karakter keislaman yang membumi dan membaur dengan identitas daerah,” jelasnya.

Lebih jauh, Ratu Dewa juga menginginkan bahasa dan budaya Palembang hadir dalam setiap kegiatan resmi, seperti sambutan atau arahan MC dalam acara pemerintahan.

“Saya ingin Bahasa Palembang terus digunakan. Kita punya sopan santun khas, kuliner khas, bahkan busana adat yang harus terus digaungkan. Ini identitas wong kito yang tak boleh hilang,” tegasnya.

Sementara itu, Edi Ari’fai, salah satu anggota tim penyusun Muatan Lokal Bahasa Palembang, menyampaikan apresiasinya atas perhatian Pemkot Palembang.

Ia menceritakan bahwa buku Mulok Bahasa Palembang telah digarap sejak tahun 2003 dan kini resmi digunakan di sekolah-sekolah dasar hingga menengah pertama setelah terbitnya Peraturan Wali Kota (Perwali) pada tahun 2023.

“Mulok ini sudah masuk ke kurikulum, mulai kelas 3 SD sampai kelas 9 SMP. Ini capaian luar biasa, dan jadi bukti bahwa budaya daerah bisa berkembang lewat pendidikan,” ujar Edi.

Selain buku pelajaran, Edi juga mengungkapkan bahwa timnya telah menyelesaikan terjemahan Al Quran dalam Bahasa Palembang yang sudah mendapat pengesahan dari Kementerian Agama sejak 2019. Namun, ia menyayangkan jumlah cetakannya yang masih terbatas, baru sekitar 80 eksemplar.

“Kami berharap pemerintah dapat mendukung proses pencetakan dalam jumlah lebih besar, agar kalangan masyarakat, terutama generasi muda, memiliki akses yang lebih luas terhadapnya. Ini cara efektif mengenalkan nilai-nilai Islam melalui bahasa yang akrab bagi mereka,” imbuhnya.

Tim Mulok juga tengah menyusun kamus Bahasa Palembang yang akan memuat ragam kosakata khas budaya lokal, mulai dari kuliner, tradisi, hingga istilah dalam adat istiadat seperti nguntingkan dan walimatul tasmiyah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia