Sumsel

Embarkasi Palembang Siap Tutup Keberangkatan Haji 2025, 740 Jemaah Bakal Bertolak di Dua Kloter Terakhir

Maman Suparman | 27 Mei 2025, 17:30 WIB
Embarkasi Palembang Siap Tutup Keberangkatan Haji 2025, 740 Jemaah Bakal Bertolak di Dua Kloter Terakhir

AKURAT.CO SUMSEL Musim haji 2025 dari Embarkasi Palembang hampir mencapai titik akhir. Dua kelompok terbang (kloter) terakhir, yakni Kloter 21 dan 22.

Kloter ini dijadwalkan akan diterbangkan ke Tanah Suci pada 28 dan 29 Mei 2025, menandai penutupan gelombang keberangkatan jemaah haji dari Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

Sebanyak 740 jemaah haji termasuk 8 orang petugas kloter akan menempati dua kloter terakhir tersebut.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Palembang, Syafitri Irwan, menyebutkan bahwa seluruh persiapan logistik dan administrasi telah dipastikan rampung.

“Kloter 22 menjadi kloter penutup. Mereka akan terbang menuju Arab Saudi pada pagi hari tanggal 29 Mei 2025. Kami pastikan semua jemaah dalam kondisi siap dan sehat,” ujar Syafitri, Selasa (27/5/2025).

Sejak keberangkatan kloter pertama, total 7.378 jemaah telah diberangkatkan dari Embarkasi Palembang, terdiri dari 6.195 jemaah asal Sumatera Selatan, 1.103 jemaah dari Bangka Belitung, serta 80 petugas kloter.

Namun, di tengah semarak keberangkatan jemaah ke Tanah Suci, kabar duka turut menyelimuti. Hingga saat ini, tercatat empat jemaah haji asal Embarkasi Palembang meninggal dunia di Arab Saudi. Mereka adalah Tarmizi Azhari Usman (70) dari Kloter 8 asal Bangka.

Baca Juga: Profil Ibu Negara Prancis yang Viral karena Toyor Presiden Macron, Dekat dengan Pendidikan hingga Dukung Kampanye Anti Bullying

Bakri Junaidi Abas (58) dari Kloter 6 asal Bangka Selatan, Sugito Adi Harjo (84) dari Kloter 1 asal OKU Timur, dan Najamuddin Abdul Syukur (63) dari Kloter 9 asal OKU.

Seluruh jemaah yang wafat telah didoakan dan dibadalhajikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Seiring mendekatnya puncak ibadah haji, Syafitri menyampaikan bahwa PPIH Arab Saudi terus memperkuat layanan, khususnya di kawasan Masjidil Haram, Makkah. Petugas sektor khusus (seksus) disiagakan penuh selama 24 jam untuk mendampingi jemaah.

“Bila ada jemaah yang tersesat, kelelahan, butuh kursi roda atau hanya sekadar bertanya arah, petugas seksus siap membantu. Kami mengimbau jemaah jangan sungkan meminta bantuan,” ujarnya.

Ia juga kembali mengingatkan jemaah untuk menjaga stamina dan hidrasi tubuh. Cuaca ekstrem di Arab Saudi yang dapat mencapai 45 derajat Celsius menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan ibadah.

“Ibadah haji menuntut kesiapan fisik dan mental. Karenanya, jemaah perlu menjaga asupan air, istirahat cukup, dan mengikuti arahan petugas,” pesannya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia