Sumsel

Titik Panas di Sumsel Kembali Melonjak, Tembus 177 Hotspot dalam Tiga Hari

Maman Suparman | 27 September 2025, 15:26 WIB
 Titik Panas di Sumsel Kembali Melonjak, Tembus 177 Hotspot dalam Tiga Hari

AKURAT.CO SUMSEL Kekhawatiran akan peningkatan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan kembali mencuat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat adanya lonjakan signifikan pada jumlah hotspot atau titik panas harian dalam beberapa hari terakhir.

Total 177 titik panas terdeteksi antara 22 hingga 24 September 2025. Angka tertinggi terpantau pada 24 September, mencapai 97 titikmenjadikannya lonjakan harian tertinggi sepanjang bulan ini.

Menurut Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, peningkatan ini memerlukan kewaspadaan tinggi, meskipun jumlah hotspot di bulan September secara keseluruhan masih lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

"Hotspot pada periode 22-24 September itu menjadi yang tertinggi pada September ini. Pada 24 September terpantau 97 titik, dan hari sebelumnya juga tinggi, terdeteksi 46 titik dan 34 titik," jelas Sudirman, Sabtu (27/9/2025).

Dalam periode tiga hari tersebut, sebaran titik panas didominasi oleh lima wilayah, yakni Musi Rawas dengan 28 titik, Musi Rawas Utara (Muratara) 24 titik, OKU dan Musi Banyuasin (Muba) masing-masing 22 titik, serta OKU Selatan sebanyak 21 titik. Secara keseluruhan, sepanjang September 2025 tercatat 336 titik panas di Sumsel. 

Baca Juga: Tarif Listrik PLN Pelanggan Subsidi dan Nonsubsidi Terbaru, Berlaku Mulai 1 Oktober 2025

Sudirman menambahkan bahwa total hotspot sepanjang tahun ini sudah mencapai 3.672 titik. Meskipun demikian, penurunan angka di September dibandingkan puncaknya di Juli yang mencapai 1.321 titik disebabkan oleh hujan yang sempat terjadi hampir merata di wilayah Sumsel.

Namun, lonjakan terbaru menunjukkan bahwa ancaman Karhutla belum sepenuhnya hilang.

“Meski begitu, kita tetap waspada dan antisipasi karena saat ini angkanya kembali naik,” tegas Sudirman.

Ia memastikan, seluruh hotspot yang terdeteksi terus dipantau intensif oleh Satuan Tugas (Satgas) Darat dan Udara.

Proses ground check atau pengecekan langsung di lapangan tetap dilakukan secara ketat setelah ada laporan titik panas, termasuk dari hasil patroli helikopter.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia