Sumsel

Krisis Benih Padi di Sumsel, Baru 30 Persen Kebutuhan Petani Terpenuhi

Maman Suparman | 13 September 2025, 20:00 WIB
Krisis Benih Padi di Sumsel, Baru 30 Persen Kebutuhan Petani Terpenuhi

AKURAT.CO SUMSEL Ketersediaan benih padi unggul di Sumatera Selatan (Sumsel) masih jauh dari kebutuhan riil petani.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, dari total kebutuhan sekitar 27 ribu ton benih padi per tahun, baru 8 ribu ton yang bisa dipenuhi hingga saat ini.

“Belum mampu kita menyuplai benih-benih unggul untuk petani kita sendiri. Dengan lahan baku sawah 519 ribu hektare ditambah cetak sawah baru 48 ribu hektare, jumlah itu jelas belum mencukupi,” kata Deru, Sabtu (13/9/2025).

Menurut Deru, banyak petani masih menggunakan benih hasil semaian sendiri dari panen sebelumnya. Cara ini memang praktis, namun tidak menjamin kualitas, produktivitas, maupun ketahanan tanaman karena tidak memiliki sertifikasi resmi.

Baca Juga: Batik Air Malaysia Resmi Terbangi Rute Palembang–Kuala Lumpur, Pariwisata Sumsel Diprediksi Melesat

“Tidak ada yang bisa menjamin hasil panen meningkat jika benihnya tidak diproduksi oleh para ahli,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Yudi Sastro. Ia menekankan, benih merupakan komponen kunci dalam mewujudkan target swasembada pangan nasional.

“Benih harus cukup, datang tepat waktu, dan berkualitas unggul serta bersertifikat. Kalau asal pakai benih, hasil panen tidak akan optimal,” ujar Yudi.

Ia memaparkan, dari produktivitas padi di Sumsel yang mencapai 370 ribu ton, baru sekitar 50 persen kebutuhan benih yang benar-benar terjamin kualitasnya.

Sementara sisanya masih bergantung pada benih buatan petani sendiri yang belum tentu unggul.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia