Sumsel

BMKG: Sumatera Selatan Masuki Musim Hujan Lebih Awal, Waspada Cuaca Ekstrem

Maman Suparman | 2 September 2025, 15:33 WIB
BMKG: Sumatera Selatan Masuki Musim Hujan Lebih Awal, Waspada Cuaca Ekstrem

AKURAT.CO SUMSEL Provinsi Sumatera Selatan memasuki musim hujan lebih cepat dari biasanya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat awal musim hujan tahun ini terjadi sekitar 30–50 hari lebih awal dibandingkan kondisi normal.

“Biasanya musim hujan di Sumsel baru mulai akhir September hingga awal November, namun tahun ini sudah lebih cepat,” kata Kepala Stasiun Kelas I BMKG Sumsel, Wandayantolis, Selasa (2/9/2025).

Menurut BMKG, percepatan musim hujan dipengaruhi oleh suhu muka laut yang hangat dan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) negatif. Kondisi tersebut memicu pembentukan awan lebih intens dan meningkatkan curah hujan di wilayah Sumsel.

Selain itu, operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan sejak pertengahan Juli hingga Agustus 2025 untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan juga ikut berkontribusi.

“Faktor-faktor ini membuat pola iklim di Sumsel pada tahun ini berbeda dari biasanya,” jelas Wandayantolis.

Baca Juga: Misteri Tewasnya Satu Keluarga di Indramayu, Dikubur Satu Lubang di dalam Rumah

BMKG mencatat ada dua zona musim (ZOM) di Sumsel yang tidak mengalami musim kemarau pada 2025. ZOM 132 meliputi OKU Selatan bagian barat, OKU bagian selatan, Muara Enim selatan, dan Lahat selatan.

Sedangkan ZOM 138: meliputi OKU bagian selatan, OKU Selatan timur, serta sebagian kecil OKU Timur bagian selatan.

Meski hujan sudah mulai turun, distribusinya belum merata. Beberapa daerah masih diselingi periode kering, meskipun durasinya relatif singkat. Hal ini berpotensi menimbulkan hotspot kebakaran hutan dan lahan, terutama di Kabupaten Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan wilayah tengah Sumsel.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak lengah, karena saat hujan tidak turun, suhu udara akan terasa lebih menyengat. Pergerakan semu matahari yang melintas dekat wilayah Sumsel membuat hawa panas semakin terasa, apalagi dengan tingkat kelembapan udara yang tinggi.

“Akibatnya, suhu udara terasa lebih panas dari angka yang tercatat di termometer,” kata Wandayantolis.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia