Sumsel

Tujuh Bulan Tanpa Serum Anti Bisa Ular, Warga Empat Lawang Terancam Risiko Gigitan

Maman Suparman | 24 Juli 2025, 19:00 WIB
Tujuh Bulan Tanpa Serum Anti Bisa Ular, Warga Empat Lawang Terancam Risiko Gigitan

AKURAT.CO SUMSEL Kabupaten Empat Lawang tengah menghadapi kekosongan Serum Anti Bisa Ular (ABU) selama hampir tujuh bulan terakhir.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama di wilayah-wilayah yang rentan kasus gigitan ular berbisa.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Trisnawarman, menegaskan bahwa stok serum ABU sebenarnya tersedia di Dinkes Provinsi, namun pendistribusiannya tidak dilakukan secara rutin, melainkan hanya berdasarkan kejadian darurat.

“Serum ABU ada di provinsi, tapi pendistribusiannya mengikuti SOP, yaitu diberikan saat ada kasus. Karena penggunaannya tergantung pada jenis ular, maka tidak bisa disimpan sebagai stok rutin di kabupaten atau puskesmas,” jelas Trisnawarman, Kamis (24/7/2025).

Ia menyarankan agar kabupaten yang memiliki kasus gigitan ular cukup tinggi seperti Empat Lawang, melakukan pengadaan mandiri guna memastikan ketersediaan di fasilitas pelayanan kesehatan setempat.

Baca Juga: Minta Uang Belanja, IRT di Palembang Malah Dianiaya Suami

Saat ini, Dinkes Sumsel mencatat ketersediaan ABU terdiri dari 6 vial untuk gigitan ular cobra, 6 vial untuk ular hemotoksik (polihemato), 1 vial untuk ular laut (sea snake), dan 7 vial untuk ular neurotoksik (polineuro).

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, menjelaskan bahwa efektivitas serum ABU sangat dipengaruhi oleh kecepatan pemberian serta gejala yang timbul setelah gigitan.

“Serum ABU paling efektif diberikan dalam 6 hingga 12 jam setelah gigitan. Namun penanganan awal dan observasi sangat penting sebelum antivenom diberikan,” ujarnya.

Ira juga menambahkan, distribusi ABU dari Kementerian Kesehatan bersifat terbatas. Oleh karena itu, hanya daerah yang aktif melaporkan kasus dan dinilai sebagai wilayah rawan yang diprioritaskan mendapatkan pasokan serum.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia