Bulog Ungkap Perbedaan Beras Premium dan Medium, Tegaskan Stok Sumsel-Babel Aman

AKURAT.CO SUMSEL Di tengah sorotan publik soal dugaan beras oplosan yang kualitasnya tak sesuai dengan label kemasan, Perum Bulog Sumsel Babel menegaskan perbedaan jelas antara beras kategori premium dan medium.
Masyarakat diimbau untuk memahami ciri-ciri perbedaan tersebut agar tidak menjadi korban kecurangan.
Pelaksana Tugas Pemimpin Wilayah Bulog Sumsel Babel, Rasiwan, menjelaskan bahwa indikator utama pembeda antara beras premium dan medium terletak pada tingkat patahan butir beras (broken).
“Beras premium memiliki kadar patahan di bawah 15 persen, sementara untuk beras medium kadar patahannya bisa mencapai di atas 20 persen,” ujar Rasiwan, Senin (14/7/2025).
Selain tingkat patahan, baik beras premium maupun medium sama-sama harus memenuhi standar mutu berupa derajat sosoh minimal 95 persen dan kadar air maksimal 14 persen.
Baca Juga: Meski Produsen Beras di OKU Timur Diperiksa Soal Oplosan, Polda Sebut Sumsel Masih Kondusif dan Aman
Namun begitu, Rasiwan tidak menutup kemungkinan terjadinya perubahan mutu selama proses distribusi dari gudang ke konsumen.
“Selama proses bongkar muat dan pengiriman, bisa saja terjadi peningkatan patahan. Tapi pada saat dikemas, semuanya telah sesuai dengan spesifikasi awal,” jelasnya.
Terkait dengan ketersediaan beras di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Rasiwan memastikan bahwa stok masih dalam kondisi aman. Bulog mencatat cadangan beras mencapai 100.000 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama beberapa bulan ke depan.
“Penyerapan beras dari awal tahun sudah mencapai 112.000 ton, atau setara 78 persen dari target. Gudang Bulog juga terus menyerap gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa gudang-gudang yang dimiliki Bulog telah disiapkan untuk menyeimbangkan hasil pembelian gabah dengan kapasitas pengolahan, sehingga pasokan tetap stabil dan tidak terjadi lonjakan harga di pasaran.
Rasiwan mengingatkan masyarakat agar lebih jeli dalam membeli beras, terutama saat menemui selisih harga yang signifikan antara label premium dan kondisi fisik beras yang diterima.
“Jika ada ketidaksesuaian antara kualitas beras dan label kemasan, sebaiknya segera lapor ke pihak berwenang,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 35 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 6Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 75 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 8Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









