Lahan Gambut Luas, Karhutla Jadi Ancaman Serius di OKI

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) secara resmi menetapkan status siaga darurat bencana asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Keputusan Bupati OKI Nomor 155.
Penetapan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, khususnya di wilayah lahan gambut yang rawan terbakar saat musim kemarau.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Nova Triyussanto mengatakan, penetapan status siaga tersebut diiringi dengan berbagai langkah antisipasi dan koordinasi lintas sektor. Pemkab OKI tengah merancang apel siaga dalam waktu dekat sebagai langkah awal konsolidasi tim pencegahan dan penanganan karhutla.
“Koordinasi dengan stakeholder telah dilakukan, termasuk berbagi pengalaman dalam menyosialisasikan bahaya karhutla kepada masyarakat,” ujar Nova, Selasa (17/6/2025).
Nova menjelaskan bahwa kepala desa dan camat akan diberdayakan sebagai komandan satuan tugas (Satgas) karhutla di wilayah masing-masing. Selain itu, patroli rutin serta pemantauan kondisi lahan terus dilakukan untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
Dalam upaya pencegahan, Pemkab OKI juga mengingatkan peran penting perusahaan. Setiap perusahaan diminta untuk menyiapkan personel, peralatan pemadaman, hingga strategi mitigasi karhutla di lahan konsesinya.
“Perusahaan wajib mendukung penuh upaya pemerintah, mulai dari penyediaan personel hingga peralatan. Mereka juga harus memiliki strategi penanganan jika kebakaran terjadi,” tegas Nova.
Baca Juga: Sriwijaya FC Rekrut Talenta Muda Eks Timnas, Rendy Juliansyah dan Sutan Zico Perkuat Lini Serang
Ia juga menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG guna memantau kondisi cuaca dan iklim. Berdasarkan informasi sementara, musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering, meski potensi hujan turun lebih cepat. Namun, kondisi itu belum tentu menjamin terhindarnya wilayah OKI dari ancaman karhutla.
Terkait pendanaan, Nova mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla tahun ini. Minimnya dana operasional disebut sebagai dampak dari defisit anggaran daerah serta kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.
“Kita memahami kondisi keuangan, tapi tetap tidak mengendurkan semangat. Dengan sinergi dan kolaborasi bersama semua pihak, kami yakin bisa menjalankan tugas dengan baik,” ucapnya.
Meski anggaran minim, pihaknya belum mempertimbangkan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) dari APBD, seperti yang pernah dilakukan tahun lalu. Nova menyatakan optimisme bahwa upaya pencegahan tetap dapat dijalankan secara maksimal dengan sumber daya yang ada.
“Insya Allah kami tetap siap menjalankan tugas sebaik mungkin demi mencegah bencana yang lebih besar,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 5Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 8Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








