Sumsel

BKKBN Ungkap 60% Remaja Indonesia Terlibat Seks Pranikah, Dinas Pendidikan Sumsel Ambil Langkah Edukasi

Maman Suparman | 8 Februari 2025, 17:45 WIB
BKKBN Ungkap 60% Remaja Indonesia Terlibat Seks Pranikah, Dinas Pendidikan Sumsel Ambil Langkah Edukasi

AKURAT.CO SUMSEL Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengungkapkan, sekitar 60 persen remaja di Indonesia telah terlibat dalam hubungan seksual pranikah.

Dalam rincian data yang disampaikan, BKKBN mencatat bahwa remaja usia 16 hingga 17 tahun mendominasi angka tersebut, dengan persentase mencapai 60 persen. Sementara itu, sekitar 20 persen dari remaja berusia 14 hingga 15 tahun juga terlibat dalam perilaku tersebut, serta 20 persen lagi berada pada rentang usia 19 hingga 20 tahun.

Menyikapi hal ini, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumatera Selatan (Sumsel), Awaluddin, menyatakan keprihatinannya jika angka ini mencakup remaja yang masih berstatus pelajar. Menurutnya, kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pihaknya.

"Sekiranya data ini mencakup pelajar usia 16-17 tahun, kami sangat prihatin dengan kondisi ini," ungkap Awaluddin, Sabtu (8/2/2025).

Awaluddin menjelaskan, Dinas Pendidikan Sumsel telah mengambil langkah untuk mengedukasi para pelajar tentang pentingnya memaknai kasih sayang secara benar, agar mereka tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang berdampak negatif.

Para siswa diingatkan agar memahami perbedaan antara kasih sayang dan perilaku yang salah.

Baca Juga: Program Cek Kesehatan Gratis Dimulai 10 Februari, Tahap Awal untuk Warga yang Berulang Tahun*

“Kami terus berusaha memberikan pemahaman kepada para siswa tentang arti kasih sayang yang sesungguhnya. Nilai-nilai tersebut kami masukkan dalam proses pembelajaran mereka,” ujar Awaluddin.

Tidak hanya soal kasih sayang, para remaja juga diberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Pendidikan seksual ini dimasukkan dalam mata pelajaran biologi, dengan penekanan pada reproduksi makhluk hidup, termasuk manusia.

"Pelajaran tentang reproduksi sudah kami sampaikan melalui mata pelajaran biologi. Itu adalah bagian dari upaya untuk membekali para siswa dengan pengetahuan yang benar," terang Awaluddin.

Terkait dampak dari seks bebas, Dinas Pendidikan Sumsel juga telah memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai risiko-risiko yang ditimbulkan, seperti kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual (IMS), dan dampak psikologis yang bisa dihadapi oleh para remaja yang terlibat dalam perilaku tersebut.

“Larangan terhadap seks bebas sebelum menikah sudah kami sampaikan melalui sekolah-sekolah. Kami berharap para remaja dapat memahami dengan baik dampak buruk dari perilaku tersebut,” pungkas Awaluddin. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia