Sumsel

Debat Pertama Pilgub Sumsel, Siapa yang Mampu Menggoyang Swing Voters?

Deni Hermawan | 31 Oktober 2024, 21:00 WIB
Debat Pertama Pilgub Sumsel, Siapa yang Mampu Menggoyang Swing Voters?

debat

AKURAT.CO SUMSEL Debat pertama dalam Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Pilgub Sumsel) yang berlangsung pada Senin (28/10/2024) diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap elektabilitas calon, terutama di kalangan pemilih yang masih ragu.

Pengamat politik, Bagindo Togar, menekankan bahwa hasil debat tersebut sangat berpengaruh terhadap swing voters atau undecided voters, yang diperkirakan masih mencapai 20% di wilayah Sumsel.

“Paslon nomor urut 1, salah satu calon yang diunggulkan dalam beberapa survei, harus mewaspadai perubahan preferensi pemilih akibat hasil debat,” ujarnya, Kamis (31/10/2024).

Bagindo menyatakan bahwa debat memperlihatkan keunggulan objektif Cagub nomor urut 2 dinilai lebih cerdas dalam menyampaikan argumen dan menjawab pertanyaan dibandingkan dengan calon lainnya, termasuk incumbent nomor urut 3.

“Debat ini menjadi ajang untuk menunjukkan kompetensi dan kualitas para Cagub, terutama dalam sesi tanya jawab yang memperlihatkan kemampuan mereka dalam mengatasi pertanyaan,” ujar Bagindo, Kamis (31/10/2024).

Sementara itu, pengamat politik lainnya, Haekal Al Haffafah, menggarisbawahi bahwa meskipun perubahan elektabilitas mungkin tidak besar, namun ada potensi migrasi dukungan di antara pemilih.

Baca Juga: Kementerian LHK Menang! PT Kosindo Supratama Didenda Setengah Triliun Lebih Akibat Bakar Hutan dan Lahan di OKI

“Debat ini memiliki potensi untuk memengaruhi pemilih yang terdidik, meskipun jumlahnya cenderung sedikit,” jelasnya.

Menurut Haekal, banyak Pilkada sebelumnya menunjukkan bahwa kandidat dengan dukungan survei yang kuat terkadang kalah karena faktor-faktor lain seperti mesin partai, relawan, dan infrastruktur birokrasi yang tak terjangkau oleh survei.

Dalam analisis lebih lanjut, Haekal mengidentifikasi tiga model pemilih dalam dinamika kepemiluan. Pertama, pemilih emosional yang terikat oleh hubungan keluarga dan komunitas

“Lalu, kedua, pemilih intelektual yang berfokus pada program dan visi dan ketiga, pemilih transaksional yang memilih di akhir periode kampanye,” katanya.

Ia menyatakan bahwa pemilih transaksional ini dapat mencapai 10-20% dan sangat mungkin dipengaruhi oleh hasil debat.

Dengan begitu, debat pertama ini diharapkan bukan hanya sebagai ajang mempertontonkan kemampuan kandidat, tetapi juga sebagai momen penting dalam menentukan arah dukungan masyarakat di Pilgub Sumsel.  (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto