Sumsel

Karhutla Sumsel: Musi Banyuasin Catat Kebakaran Terluas, Prabumulih Paling Minim Terdampak

Haris Ma'ani | 16 September 2024, 18:00 WIB
Karhutla Sumsel: Musi Banyuasin Catat Kebakaran Terluas, Prabumulih Paling Minim Terdampak

AKURAT.CO SUMSEL Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) mengungkapkan data terbaru mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang Januari hingga Agustus 2024.

Selama periode tersebut, total area yang terbakar mencapai 2.948 hektare. Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mencatatkan jumlah karhutla terbesar, sementara Prabumulih merupakan daerah dengan dampak paling sedikit.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menjelaskan bahwa Muba menjadi wilayah dengan luasan kebakaran tertinggi, mencapai 1.702 hektare.

"Dari total 2.948 hektare karhutla di Sumsel, lebih dari separuhnya, yaitu 1.702 hektare, terjadi di Muba," ujar Sudirman dalam keterangan, Senin (16/9/2024).

Sebagian besar kebakaran di Muba terjadi di lahan gambut, dengan total 1.167,1 hektare, sementara sisanya 534,9 hektare di lahan mineral.

Muba juga mencatatkan angka terbesar dalam hal luas lahan terbakar dibandingkan dengan daerah lain di Sumsel.

Sebaliknya, daerah dengan luasan karhutla terkecil adalah Prabumulih, yang hanya mengalami kebakaran seluas 10,8 hektare.

Daerah lain yang mengalami karhutla dalam jumlah kecil termasuk Palembang dengan 20,7 hektare dan OKU dengan 21,8 hektare.

Baca Juga: Berkas Pendaftaran Budi Antoni-Henny Verawati Diterima KPU Empat Lawang Setelah Ditolak

Berikut adalah rincian luas kebakaran hutan dan lahan di beberapa kabupaten dan kota di Sumsel:

1. Musi Banyuasin (Muba): 1.702 hektare (Gambut 1.167,1 hektare; Mineral 534,9 hektare)
2. Musi Rawas Utara (Muratara): 311,5 hektare (Gambut 22,8 hektare; Mineral 288,7 hektare)
3. Banyuasin: 189,4 hektare (Gambut 14 hektare; Mineral 175,4 hektare)
4. Ogan Komering Ilir (OKI): 185,8 hektare (Gambut 108,4 hektare; Mineral 77,4 hektare)
5. Muara Enim: 180,3 hektare (Gambut 37,3 hektare; Mineral 143 hektare)
6. Penukal Abab Lematang Ilir (PALI): 124,7 hektare (Gambut 14,4 hektare; Mineral 110,3 hektare)
7. Ogan Ilir: 86,3 hektare (Mineral)
8. Musi Rawas: 75,2 hektare (Mineral)
9. Ogan Komering Ulu (OKU) Timur: 39,6 hektare (Mineral)
10. OKU: 21,8 hektare
11. Palembang: 20,7 hektare
12. Prabumulih: 10,8 hektare

meski luasan kebakaran tahun ini lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, BPBD berharap tidak ada peningkatan signifikan menjelang akhir tahun.

Tahun ini, puncak kemarau diperkirakan sudah berlalu, yang diharapkan dapat mengurangi risiko karhutla lebih lanjut.

Sementara itu, lima daerah di Sumsel seperti Lubuklinggau, Lahat, OKU Selatan, Empat Lawang, dan Pagar Alam dilaporkan tidak mengalami kebakaran hutan dan lahan selama periode tersebut. (Kurnia)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto