TKI Asal Muara Enim Meninggal di Tahanan Hong Kong karena Diduga Asma

AKURAT.CO SUMSEL Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Gelumbang, Muara Enim, Sumatera Selatan, bernama Fahmi (45), dilaporkan meninggal dunia di dalam tahanan di Hong Kong pada 24 Juli 2024.
Fahmi diduga meninggal akibat serangan asma setelah dirujuk ke North District Hospital sehari sebelumnya.
Menurut keterangan Aminah, Pengantar Kerja Ahli Madya dari Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumsel, Fahmi mengalami sesak napas sebelum meninggal dunia.
"Fahmi meninggal pada 24 Juli setelah dirujuk ke Rumah Sakit Distrik Utara sehari sebelumnya (23/7/2024). Dia mengalami sesak napas sebelum akhirnya meninggal dengan indikasi awal serangan jantung," ujar Aminah, Jumat (16/7/2024).
Fahmi ditangkap oleh pihak berwenang Hong Kong karena melanggar aturan imigrasi, yaitu overstay dan bekerja secara ilegal. Setelah terbukti bersalah, Fahmi dijatuhi hukuman 15 bulan penjara sejak 25 Juni 2024.
"Meninggalnya Fahmi berdasarkan surat resmi yang kami terima dari Lo Wu Correctional Institution setelah divonis kurungan penjara selama 15 bulan pada 25 Juni 2024. Dia terbukti bersalah melakukan pelanggaran izin tinggal keimigrasian dan bekerja secara ilegal di Hong Kong," jelas Aminah.
Baca Juga: 20 Hektare Lahan Terbakar di Lempuing Jaya OKI, Kualitas Udara Palembang Menurun
Sesuai dengan peraturan pemerintah Hong Kong, Fahmi yang meninggal di dalam tahanan harus menjalani proses autopsi sebelum jenazahnya dapat dipulangkan ke Indonesia.
"Mengingat bahwa Fahmi meninggal saat menjalani perawatan medis di institusi kesehatan publik dan sedang menjalani masa hukuman, kasus ini selanjutnya dirujuk ke Pengadilan Meninggal Dunia untuk proses due diligence sesuai ketentuan lokal, termasuk proses autopsi. Akta kematian dan administrasi pendukung lainnya baru akan dikeluarkan setelah proses di Pengadilan Meninggal Dunia selesai," jelasnya.
Aminah menyampaikan bahwa menurut informasi dari KBRI, proses autopsi dapat memakan waktu sekitar dua minggu hingga satu bulan. Setelah itu, barulah jenazah dapat dipulangkan ke Tanah Air.
Namun, pemulangan jenazah Fahmi tidak akan difasilitasi oleh pemerintah karena almarhum merupakan tenaga kerja ilegal.
"Biaya pemulangan jenazah ditanggung secara mandiri oleh pihak keluarga dari Hong Kong ke Indonesia," ujar Aminah.
Biaya pemulangan jenazah diperkirakan mencapai 50 ribu Dolar Hong Kong, atau sekitar lebih dari Rp100 juta.
"Pemerintah Daerah Muara Enim dan pihak keluarga saat ini berusaha untuk membayar biaya pemulangan jenazah," tutupnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 5Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 8Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








