Sumsel

Rumah Hangus Terbakar, Warga Ogan Ilir Terpaksa Mengungsi ke Masjid dan Rumah Keluarga

Haris Ma'ani | 1 Agustus 2024, 15:39 WIB
Rumah Hangus Terbakar, Warga Ogan Ilir Terpaksa Mengungsi ke Masjid dan Rumah Keluarga

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran yang terjadi di Jalan Sriwijaya Raya Desa Ibul 3, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, pada Kamis (1/8/2024) menyebabkan 29 warga kehilangan tempat tinggal.

Peristiwa tragis yang mengakibatkan puluhan rumah hangus terbakar, dan para korban kini harus bertahan hidup dalam kondisi darurat.

Menurut laporan dari perangkat desa Ibul 3, Rizal (43), kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh korsleting listrik di sebuah warung sembako milik warga setempat.
"Kebakaran ini diduga berasal dari warung sembako milik Leni yang mengalami korsleting listrik," ungkap Rizal.

Ima (46), salah satu korban kebakaran, menceritakan saat kejadian api dengan cepat membesar, membuat dirinya hanya bisa menyelamatkan diri tanpa sempat menyelamatkan barang-barang miliknya.

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Ogan Ilir, 29 Rumah Hangus, 131 Warga Kehilangan Tempat Tinggal

Saat api semakin membesar, satu-satunya pilihan saya adalah menyelamatkan diri. Saya berdoa agar semua keluarga selamat. Hanya pakaian yang ada di badan saja yang dapat diselamatkan," kata Ima.

Akibat kebakaran ini, 32 kepala keluarga (KK) dengan total 131 orang kini harus mengungsi. Mereka terpaksa tinggal sementara di rumah keluarga, posko darurat, dan Masjid.

"Kami terpaksa numpang di rumah keluarga dulu. Warga lain banyak yang istirahat di masjid dan posko yang didirikan."

Ima juga berharap adanya bantuan dari pemerintah Ogan Ilir dan Palembang.

"Yaa pak kami berharap adanya bantuan dari pemerintah Ogan Ilir dan Palembang. Untuk meringankan beban kami, seperti sembako, baju bekas, air bersih, serta makanan balita,' harapnya. (Deny Wahyudi)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto