BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Menyengat di Palembang Awal Mei 2025, Ternyata Karena Ini

AKURAT.CO SUMSEL Cuaca panas ekstrem yang dirasakan masyarakat Kota Palembang selama sepekan terakhir menuai pertanyaan dari warga. Suhu udara yang menyengat dan terik matahari yang terasa lebih intens membuat aktivitas harian terasa lebih berat.
Kepala BMKG Sumsel, Wandayantolis, menjelaskan bahwa kondisi panas yang melanda Palembang dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer, termasuk minimnya pembentukan awan serta fase transisi musim atau pancaroba.
“Palembang saat ini minim pembentukan awan yang biasanya melindungi daerah dari radiasi matahari langsung, sehingga cuaca terasa panas,” ujarnya, Kamis (8/5/2025).
Lebih lanjut, Wandayantolis menyebutkan bahwa saat ini Palembang berada di akhir musim hujan dan bersiap memasuki musim kemarau yang diprediksi akan dimulai pada Juni 2025. Masa peralihan ini umumnya ditandai dengan peningkatan suhu udara secara signifikan.
“Mei merupakan penghujung musim hujan di Sumsel sebelum secara bertahap masuk musim kemarau. Fase pancaroba ini biasanya diikuti puncak suhu udara maksimum pertama dalam setahun. Puncak kedua diperkirakan terjadi pada September hingga Oktober mendatang,” jelasnya.
Selain minimnya awan, suhu panas juga diperparah oleh penurunan kelembaban udara dan sedikitnya uap air di atmosfer. Hal ini menyebabkan radiasi matahari langsung lebih banyak diterima oleh permukaan bumi tanpa hambatan berarti.
“Penurunan curah hujan turut mengurangi efek penyejukan udara. Dengan tutupan awan yang sedikit, panas matahari tidak terhalang sehingga pancaran radiasi semakin banyak mencapai permukaan,” tambahnya.
BMKG juga mencatat bahwa wilayah Sumsel, termasuk Palembang, mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) yang berlangsung antara 3–6 hari, sehingga turut memicu peningkatan suhu udara yang ekstrem.
Berdasarkan data iklim terbaru, curah hujan di Palembang dan sekitarnya pada dasarian III April 2025 tergolong rendah, di bawah 50 mm.
Ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah di Sumsel, termasuk Musi Banyuasin, Banyuasin bagian selatan, Ogan Ilir, Prabumulih, dan Palembang berada dalam kategori curah hujan rendah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 15 Ramalan Zodiak Hari Ini 21 Oktober 2026, Ada Peluang Baru hingga Urusan Asmara
- 25 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 20 Oktober 2026: Cinta, Karier, dan Keuangan
- 3Kumpulan Link Twibbon Hari Santri Lengkap dengan Cara Membuatnya
- 4Bergerak Naik, Cek Harga Emas Perhiasan Palembang Rabu 21 Oktober 2026
- 5Ramalan Zodiak Scorpio Hari Ini 22 Oktober 2026: Karier, Cinta, dan Keuangan
- 6Pencairan Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Penerima PKH BPNT di Sini
- 7Tarif Listrik Terbaru Oktober 2026, Berlaku Golongan Subsidi dan Non Subsidi
- 8Ada Demo 2 Tahun Prabowo Gibran Hari Ini di Jakarta, Bawa 5 Tuntutan Karhutla Sampai Biaya Pendidikan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









