Sumsel

Operasi Patuh Musi 2025 di Palembang, 74 Tilang dalam Sehari, Fokus Edukasi dan Pelanggaran Berisiko Tinggi

Maman Suparman | 15 Juli 2025, 16:11 WIB
Operasi Patuh Musi 2025 di Palembang, 74 Tilang dalam Sehari, Fokus Edukasi dan Pelanggaran Berisiko Tinggi

AKURAT.CO SUMSEL Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Palembang kembali menggelar razia kendaraan dalam rangka Operasi Patuh Musi 2025, Selasa (15/7/2025) pagi.

Razia dilakukan di kawasan strategis Jalan A. Rivai Palembang, dengan fokus pada pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang, AKP Ar Sikakum, menyampaikan bahwa operasi ini menyasar pelanggaran kasat mata seperti penggunaan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak memakai helm SNI atau sabuk pengaman, pengendara dalam pengaruh alkohol, hingga pelanggaran arus dan over loading.

“Operasi ini bukan sekadar menindak, tapi juga bagian dari edukasi kepada masyarakat bahwa keselamatan adalah hal utama di jalan raya,” jelas AKP Ar Sikakum.

Berbeda dari operasi lalu lintas konvensional, Operasi Patuh Musi 2025 mengutamakan metode hunting system, yakni personel turun langsung ke titik-titik rawan dan menindak pelanggaran yang terpantau langsung di lapangan.

Baca Juga: Hilang di Hutan Banyuasin, Karyawan Tambang Ditemukan Selamat oleh Tim SAR Gabungan

“Kita tidak fokus pada razia stasioner saja. Petugas akan bergerak aktif mengawasi potensi pelanggaran yang membahayakan pengguna jalan lainnya,” tambahnya.

Dalam giat hari ini, sebanyak 74 surat tilang diterbitkan. Rinciannya, 2 unit mobil ditindak salah satunya karena menggunakan knalpot brong, sementara dari 21 unit sepeda motor yang ditindak, 3 di antaranya juga memakai knalpot brong.

Selain itu, petugas juga mencatat sebanyak 51 lembar surat kendaraan tidak lengkap yang diamankan dalam pemeriksaan.

Operasi ini melibatkan gabungan 68 personel yang terdiri dari anggota Satlantas Polrestabes Palembang, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan (Dishub), Polisi Militer (Pom AD), dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel.

AKP Ar Sikakum menegaskan bahwa tujuan utama operasi ini adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas yang di bulan Juli ini tercatat sudah menelan lima korban jiwa. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia