Sumsel

Kasus HIV/AIDS di Palembang Tembus 211 dalam Enam Bulan, Dinkes Soroti Seks Bebas di Kalangan Remaja

Maman Suparman | 25 Juli 2025, 17:19 WIB
Kasus HIV/AIDS di Palembang Tembus 211 dalam Enam Bulan, Dinkes Soroti Seks Bebas di Kalangan Remaja

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mengungkapkan temuan mengejutkan terkait penyebaran HIV dan AIDS di wilayahnya. Sepanjang Januari hingga Juni 2025, tercatat sebanyak 211 kasus baru yang terdiri dari 154 kasus HIV dan 57 kasus AIDS.

Data tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Palembang, Yudhi Setiawan, saat dikonfirmasi pada Kamis (23/7/2025). “Untuk bulan Juli masih kami rekap, karena bulan ini belum selesai,” jelasnya.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, lonjakan kasus HIV dan AIDS tercatat merata setiap bulan selama semester pertama tahun 2025. Pada Januari ditemukan 32 kasus HIV dan 14 kasus AIDS. Februari mencatat 35 kasus HIV dan 3 kasus AIDS.

Selanjutnya, Maret mencatat 16 kasus HIV dan 8 kasus AIDS, sedangkan April terdapat 21 kasus HIV dan 9 kasus AIDS. Kemudian pada Mei, ditemukan 26 kasus HIV dan 12 kasus AIDS, serta pada Juni tercatat 24 kasus HIV dan 11 kasus AIDS.

Baca Juga: Mantok Rela Habisi Nyawa Rolis Gara-Gara Hutang Rp800 Ribu

Yudhi menegaskan bahwa faktor risiko utama dari penularan HIV/AIDS berasal dari perilaku seksual bebas, terutama di kalangan remaja dan kelompok usia produktif. Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh potensi penyebaran penyakit ini.

“HIV/AIDS adalah penyakit yang muncul dari perilaku berisiko. Seks bebas menjadi pemicu utama. Karena itu, penting bagi masyarakat, terutama remaja, untuk menjaga perilaku dan memahami risikonya,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Palembang gencar melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat, guna meningkatkan pemahaman tentang bahaya HIV/AIDS dan cara-cara pencegahannya.

Yudhi berharap, edukasi sejak dini bisa menciptakan generasi yang lebih sadar kesehatan dan bebas dari stigma, sehingga angka kasus bisa ditekan.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia