Sriwijaya FC Jadi Tim Paling Banyak Kebobolan di Liga Championship

AKURAT.CO SUMSEL Keterpurukan Sriwijaya FC kembali terlihat jelas di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang. Klub yang pernah menjadi kebanggaan Sumatera Selatan itu harus menelan kekalahan telak 5-0 dari Sumsel United pada laga lanjutan Liga Championship 2025/2026, Sabtu (24/1/2026) sore.
Hasil tersebut menegaskan posisi Sriwijaya FC sebagai tim paling rapuh di kompetisi musim ini. Dengan kondisi skuad yang jauh dari ideal, Laskar Wong Kito kesulitan mengimbangi lawan yang tampil lebih siap secara fisik maupun taktik.
Sejak dipastikan terdegradasi ke Liga 3, Sriwijaya FC tetap menjalani sisa pertandingan kompetisi. Namun, keterbatasan persiapan menjadi persoalan utama. Tim nyaris tidak menjalani latihan reguler dan hanya mengandalkan official training menjelang pertandingan, sehingga skema permainan yang dirancang sulit diterapkan di lapangan.
Situasi tersebut berdampak langsung pada performa pemain. Sepanjang laga, sejumlah pemain tampak mengalami kram dan kelelahan, tanda ketimpangan fisik saat berhadapan dengan tim yang memiliki persiapan lebih matang.
Baca Juga: Kasat Lantas Polrestabes Palembang: 16 Motor Terjaring Balap Liar, Tak Bisa Diambil Sebelum 30 Hari
Asisten pelatih analis Sriwijaya FC, Tedi Berlian, mengakui kondisi tim yang serba terbatas. Meski demikian, ia menegaskan komitmen staf pelatih dan pemain untuk tetap menuntaskan kompetisi hingga akhir musim.
“Dengan kondisi yang ada, kami tetap berkomitmen menyelesaikan seluruh pertandingan sampai kompetisi berakhir,” ujar Tedi.
Ia juga menilai situasi saat ini membuat Sriwijaya FC harus bersikap realistis. Tanpa persiapan optimal, upaya mendongkrak posisi di klasemen menjadi tantangan besar bagi tim.
Catatan statistik memperlihatkan betapa berat musim ini bagi Sriwijaya FC. Hingga saat ini, klub tersebut telah kebobolan 53 gol, menjadikannya tim dengan jumlah kebobolan terbanyak di Liga Championship. Kondisi ini membuat setiap laga menjadi ujian berat dan peluang bagi lawan untuk meraih poin penuh.
Meski tanpa kepastian finansial dan menghadapi tekanan besar, Tedi tetap memotivasi pemain agar menjadikan sisa pertandingan sebagai ajang pembuktian diri. Ia berharap para pemain mampu menunjukkan kualitas terbaik demi masa depan karier mereka.
“Ini bisa menjadi panggung bagi pemain untuk menunjukkan kemampuan. Tidak menutup kemungkinan mereka dilirik klub lain di Liga 2 atau Liga 3,” katanya.
Di tengah krisis yang melanda, Sriwijaya FC kini bertahan dengan semangat dan dukungan suporter setia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos
- 2BMKG Prediksi Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Palembang Berpotensi Sore dan Malam
- 3Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 4Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Samsung Galaxy A08 Resmi Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 6Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 7Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini 23 September 2026: Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini, Ada yang Dapat Peluang Baru hingga Harus Waspada Pengeluaran
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








