Sumsel

Pemerintah Siapkan Rp31,8 Triliun untuk Bansos hingga Diskon Nataru 2026

Kurnia | 22 Oktober 2026, 12:00 WIB
Pemerintah Siapkan Rp31,8 Triliun untuk Bansos hingga Diskon Nataru 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp31,8 triliun untuk mendukung berbagai program bantuan dan insentif ekonomi hingga akhir 2026.

Kebijakan ini mencakup bantuan pangan, Bantuan Subsidi Upah (BSU), serta diskon Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk menjaga daya beli masyarakat.

Rangkaian program tersebut disiapkan menjelang penghujung tahun, ketika kebutuhan rumah tangga dan aktivitas ekonomi biasanya meningkat.

Pemerintah berharap berbagai insentif itu dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendorong konsumsi domestik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan persiapan program tersebut setelah mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu malam (21/10/2026).

Menurut Airlangga, sejumlah program yang disiapkan meliputi bantuan pangan berupa beras, penyaluran BSU, serta diskon untuk periode libur akhir tahun.

"Tadi kami sampaikan, plus program-program yang akan dilaksanakan, satu yang terkait dengan pembukaan rekening koran, yang kedua terkait dengan bantuan pangan yang 10 kilo untuk 3 bulan, yang ketiga bantuan subsidi upah," ujar Airlangga.

Bantuan pangan yang direncanakan berupa beras sebanyak 10 kilogram selama tiga bulan. Sementara itu, BSU disiapkan untuk membantu pekerja yang memenuhi persyaratan sebagai penerima bantuan.

Pemerintah juga menyiapkan insentif berupa diskon Natal dan Tahun Baru. Program ini diharapkan dapat meringankan pengeluaran masyarakat selama masa liburan sekaligus menjaga momentum konsumsi menjelang pergantian tahun.

"Diskon Natal Tahun baru juga seluruhnya sudah disiapkan. Dananya sekitar Rp31,8 triliun," kata Airlangga.

Rincian Penerima dan Jadwal Penyaluran Belum Diumumkan

Dalam kesempatan yang sama, Airlangga turut menyampaikan laporan mengenai kondisi makroekonomi Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto.

Sejumlah indikator, termasuk pertumbuhan ekonomi dan inflasi, menjadi bagian dari pembahasan pemerintah dalam menentukan langkah ekonomi ke depan.

Melalui bantuan dan insentif tersebut, pemerintah berupaya menjaga kemampuan belanja masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Peningkatan konsumsi rumah tangga juga diharapkan dapat mendukung aktivitas usaha selama periode akhir tahun.

Meski demikian, pemerintah belum memerinci alokasi anggaran untuk masing-masing program, jadwal pencairan BSU, maupun kriteria penerima secara lengkap dalam keterangan tersebut.

Masyarakat perlu menunggu pengumuman resmi dari kementerian atau lembaga terkait untuk mengetahui mekanisme pelaksanaan, persyaratan penerima, serta jadwal penyaluran setiap bantuan.

Dengan demikian, meskipun anggaran untuk rangkaian program akhir tahun telah disiapkan, informasi mengenai waktu penerimaan dan besaran manfaat yang dapat diperoleh setiap kelompok masyarakat masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pemerintah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia