Sumsel

Seleksi Petugas Haji 2027 Masuk Tahap CAT 5 September, Ini Materi yang Perlu Dipelajari

Kurnia | 4 September 2026, 13:00 WIB
Seleksi Petugas Haji 2027 Masuk Tahap CAT 5 September, Ini Materi yang Perlu Dipelajari
Ilustrasi pelaksanaan tes berbasis komputer untuk seleksi PPIH Kesehatan. - Gemini Google

AKURAT.CO SUMSEL Seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1448 H/2027 M memasuki tahap Computer Assisted Test (CAT). Peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi akan mengikuti tes pada Sabtu, 5 September 2026.

Hasil CAT dijadwalkan diumumkan sehari setelah pelaksanaan tes, yakni pada 6 September 2026.

Tahap ini menjadi bagian penting untuk mengukur pengetahuan, kompetensi, dan kesiapan calon petugas sebelum ditugaskan melayani jemaah haji Indonesia.

Formasi yang dibuka dalam seleksi PPIH 2027 terdiri atas PPIH Pembimbing Ibadah Kloter dan PPIH Arab Saudi.

Petugas nantinya memiliki tanggung jawab dalam berbagai layanan jemaah, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga bimbingan ibadah.

Selain itu, terdapat layanan media center serta pendampingan bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Baca Juga: Netanyahu Tegaskan Israel Tak Akan Tarik Pasukan dari Gaza, Klaim Kuasai 60 Persen Wilayah

Peserta CAT Dipilih dari Nilai Administrasi Tertinggi

Tidak semua pelamar yang mengikuti seleksi administrasi otomatis masuk ke tahap CAT. Peserta yang berhak mengikuti tes merupakan pelamar dengan peringkat nilai tertinggi dalam tahapan administrasi.

Setelah seluruh rangkaian seleksi selesai, peserta yang dinyatakan lolos akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan mengikuti pelatihan sesuai ketentuan Kementerian Haji dan Umrah.

Karena itu, peserta tidak hanya dituntut menguasai materi keagamaan, tetapi juga harus memahami tugas pelayanan jemaah selama berada di Tanah Suci.

Materi CAT PPIH 2027 yang Perlu Dikuasai

Untuk menghadapi CAT, peserta dapat memperkuat pemahaman mengenai manasik haji terbaru dan fikih haji. Pengetahuan mengenai teknis pelayanan serta kondisi operasional penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi juga penting.

Beberapa materi yang perlu dipelajari antara lain:

  • Miqat dan ketentuan pelaksanaan ibadah haji.

  • Tawaf wada.

  • Pelaksanaan lempar jumrah.

  • Biometrik jemaah.

  • Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

  • Istilah dan prosedur dalam penyelenggaraan haji.

  • Pelayanan jemaah selama berada di Arab Saudi.

Peserta juga perlu memahami lokasi-lokasi penting yang berkaitan dengan perjalanan jemaah. Misalnya, jemaah yang datang melalui Madinah mengambil miqat di Masjid Bir Ali.

Pahami Pembagian Wilayah Kerja PPIH Arab Saudi

Pengetahuan mengenai pembagian wilayah kerja juga menjadi bekal penting bagi calon petugas.

PPIH Arab Saudi memiliki wilayah kerja yang mencakup Daerah Kerja (Daker) Bandara, Daker Madinah, dan Daker Makkah.

Pemahaman tersebut diperlukan agar petugas dapat mengetahui alur koordinasi dan memberikan pelayanan sesuai dengan lokasi penugasan.

Kemampuan Melayani Lansia dan Disabilitas Jadi Bekal Penting

Seleksi PPIH tidak hanya menguji kemampuan akademis dan pengetahuan agama. Kemampuan memberikan pelayanan kepada jemaah juga menjadi aspek yang tidak kalah penting.

Calon petugas perlu memahami cara menangani berbagai persoalan yang mungkin dialami jemaah, termasuk kebutuhan jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Petugas juga harus siap menghadapi persoalan seperti jemaah yang kehilangan dokumen perjalanan, membutuhkan bantuan kesehatan, atau mengalami kendala komunikasi.

Kemampuan berkomunikasi dengan pihak terkait di Arab Saudi menjadi salah satu keterampilan yang dapat mendukung kelancaran pelayanan.

Pengetahuan Kesehatan dan Kondisi Arab Saudi

Calon petugas juga perlu membekali diri dengan pengetahuan dasar mengenai kesehatan jemaah. Salah satunya terkait vaksinasi yang menjadi persyaratan bagi jemaah haji, termasuk vaksin meningitis.

Selain kesehatan, pemahaman terhadap kondisi cuaca di Arab Saudi juga penting. Perbedaan cuaca dan lingkungan dapat memengaruhi kondisi fisik jemaah selama berada di Tanah Suci.

Pengetahuan mengenai budaya dan kebiasaan masyarakat setempat juga dibutuhkan agar petugas dapat membantu jemaah beradaptasi dan menghindari persoalan selama menjalankan tugas.

Dengan pelaksanaan CAT yang semakin dekat, calon petugas PPIH 2027 perlu mempersiapkan dua kemampuan sekaligus, yakni penguasaan materi haji dan kompetensi pelayanan jemaah.

Keduanya menjadi bekal penting untuk menjalankan amanah sebagai petugas haji Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia