Sumsel

Kokain 2,7 Ton Dikubur di Bunker Rahasia, Australia Catat Penyitaan Narkoba Terbesar Sepanjang Sejarah

Kurnia | 22 Juni 2026, 12:00 WIB
Kokain 2,7 Ton Dikubur di Bunker Rahasia, Australia Catat Penyitaan Narkoba Terbesar Sepanjang Sejarah
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Kepolisian Australia mengungkap penyitaan kokain terbesar dalam sejarah negara itu setelah menemukan sekitar 2,7 ton kokain yang disembunyikan di sebuah bunker bawah tanah di kawasan pinggiran Sydney.

Dalam operasi gabungan yang diumumkan pada Minggu (22/6/2026), aparat menemukan narkotika tersebut tersimpan di dalam puluhan wadah plastik yang dikubur di bawah tanah dan disamarkan menggunakan lantai palsu untuk menghindari deteksi petugas.

Penemuan ini merupakan hasil penyelidikan berbulan-bulan yang dilakukan oleh satuan pemberantasan kejahatan terorganisir Australia terhadap jaringan penyelundupan narkotika berskala internasional.

Polisi menduga kokain itu dikirim menggunakan kapal asing yang lebih dahulu menurunkan muatan di wilayah Queensland Utara sebelum didistribusikan ke Sydney.

Baca Juga: Update Klasemen Sementara Terbaru Piala Dunia 2026 Lengkap Tiap Grup

Komandan Kepolisian Federal Australia, Stephen Jay, mengatakan penyidik masih menelusuri asal-usul narkotika tersebut sekaligus memburu pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan internasional di balik pengiriman itu.

"Kami akan bekerja sama dengan mitra penegak hukum di dalam dan luar negeri untuk mengidentifikasi kelompok kriminal yang bertanggung jawab atas pengiriman ini," ujar Jay.

Menurut perhitungan polisi, kokain yang disita memiliki nilai pasar gelap lebih dari 800 juta dolar Australia, atau sekitar Rp8,6 triliun.

Pihak berwenang menilai penyitaan tersebut memberikan pukulan besar terhadap sindikat kejahatan terorganisir karena potensi keuntungan yang sangat besar kini gagal mereka peroleh.

"Kami telah menghentikan aliran dana dalam jumlah luar biasa besar agar tidak jatuh ke tangan kelompok kriminal," kata Jay.

Barang bukti ditemukan pada 19 Juni di sebuah properti di kawasan Londonderry, wilayah semi-pedesaan di barat laut Sydney.

Saat melakukan penggerebekan, petugas menemukan bunker rahasia yang dibangun di bawah tanah dan ditutupi lantai palsu. Di dalamnya tersimpan puluhan kontainer plastik berisi kokain siap edar.

Dua pria berusia 21 dan 25 tahun ditangkap di lokasi setelah diduga berusaha melarikan diri ketika operasi berlangsung.

Keduanya kini menghadapi dakwaan kepemilikan narkotika impor ilegal dalam jumlah komersial, pelanggaran yang di Australia dapat berujung pada hukuman penjara seumur hidup.

Selain dua tersangka tersebut, enam orang lain yang diduga terkait dengan jaringan penyelundupan itu juga telah ditangkap dan menghadapi sejumlah dakwaan terkait narkotika.

Dalam perkembangan terpisah, kapal MV Wealth yang diduga berperan sebagai kapal induk pengangkut kokain telah ditahan oleh otoritas Kepulauan Solomon untuk kepentingan penyelidikan.

Penyidik meyakini kapal tersebut memainkan peran penting dalam proses penyelundupan narkotika menuju Australia.

Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara kepulauan di kawasan Pasifik semakin sering dimanfaatkan sebagai jalur transit penyelundupan kokain dan metamfetamin dari Amerika Selatan maupun Asia Tenggara menuju Australia dan Selandia Baru.

Kasus penyitaan raksasa ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap peredaran kokain di Australia.

Data terbaru dari Penington Institute menunjukkan jumlah kematian yang berkaitan dengan penggunaan kokain meningkat 28 persen sepanjang 2024 menjadi 141 kasus, angka tertinggi yang pernah tercatat di negara tersebut.

Lonjakan itu menunjukkan permintaan terhadap narkotika ilegal masih tinggi, menjadikan Australia salah satu pasar yang terus dibidik oleh sindikat penyelundupan internasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia