Sumsel

Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim Tandai Kembalinya PWI ke "Rumah Lama"

Maman Suparman | 26 September 2025, 15:15 WIB
Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim Tandai Kembalinya PWI ke "Rumah Lama"

AKURAT.CO SUMSEL Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025–2030 resmi menandai babak baru perjalanannya dengan menggelar tasyakuran di lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).

Acara ini menjadi momentum kembalinya organisasi wartawan tertua di Indonesia itu ke kantor lamanya, setelah sempat setahun lebih ditutup akibat dualisme kepengurusan.

Sekitar 72 anak yatim piatu dari Yayasan Al-Hikmah dan Yayasan Harun Ar-Rasyid hadir dalam acara yang berlangsung khidmat sejak pagi. Doa bersama dipimpin Dr. Firdaus Turmudzi, S.Ag., M.Hum, yang mengingatkan pentingnya rasa syukur dalam menjalankan tugas mulia seorang wartawan.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, didampingi Ketua Dewan Kehormatan Atal S. Depari, Sekjen Zulmansyah Sekedang, serta jajaran pengurus lain, menyebut tasyakuran ini sebagai bentuk “ruwatan” agar langkah kepengurusan lima tahun ke depan diberkahi dan dimudahkan.

Baca Juga: HPN 2026 di Banten, Momentum Dorong Ekonomi dan Perkuat Peran Pers dalam Pembangunan

“Kami berdoa bersama agar kepengurusan PWI Pusat 2025–2030 selalu mendapat ridho Allah dan bisa bekerja lebih baik untuk pers Indonesia,” ujarnya.

Munir juga menjelaskan, acara tersebut sekaligus menjadi ungkapan syukur atas rampungnya proses pemilihan dan kembalinya PWI menempati markas lama mereka di lantai 4 Gedung Dewan Pers.

Lantai 4 Gedung Dewan Pers sempat kosong sejak Oktober 2024 setelah Dewan Pers mengeluarkan surat keputusan yang melarang PWI berkantor, menyusul konflik internal antara dua kubu kepengurusan.

Selama setahun, ruangan yang selama puluhan tahun menjadi pusat aktivitas wartawan itu seolah tak bernyawa: lampu padam, meja berdebu, dan suasana hening.

Namun, situasi berubah Kamis (25/9/2025) ketika Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyerahkan kembali kunci kantor kepada kepengurusan baru PWI Pusat.

“Ruang ini seperti horor bila dibiarkan kosong. Kami lega akhirnya PWI bisa beraktivitas lagi di sini,” ujar Komaruddin.

Bagi Munir, kembalinya PWI ke lantai 4 bukan hanya soal fasilitas, tetapi simbol kebangkitan. Ia menegaskan, agenda penting segera dijalankan kembali, mulai dari konsolidasi internal, verifikasi anggota, penyempurnaan PD/PRT, hingga program andalan seperti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Sekolah Jurnalistik Indonesia, dan pelatihan jurnalistik.

“Pers yang sehat hanya bisa lahir dari wartawan kompeten dan beretika. Itu tugas besar PWI ke depan,” tegas Munir yang juga menjabat Direktur Utama LKBN Antara.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia