Sumsel

Orang Tua Kini Mulai Perhatikan Kualitas Bahan Baku Susu Formula Anak

Kurnia | 11 Mei 2026, 11:17 WIB
Orang Tua Kini Mulai Perhatikan Kualitas Bahan Baku Susu Formula Anak

AKURAT.CO SUMSEL Perhatian orang tua terhadap pemenuhan nutrisi anak kini terus berkembang.

Jika sebelumnya fokus utama lebih banyak pada kandungan vitamin dan mineral, kini masyarakat mulai memperhatikan kualitas bahan baku, sumber susu, hingga proses pengolahan susu formula yang dikonsumsi anak.

Meningkatnya kesadaran tersebut sejalan dengan pemahaman pentingnya pemenuhan gizi sejak dini untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019 Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan gizi anak harus dipenuhi sesuai tahapan usia.

Pemenuhan gizi dimulai melalui pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, kemudian dilanjutkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang mengandung energi, protein, lemak, vitamin, dan mineral seimbang.

ASI tetap menjadi sumber nutrisi utama bagi bayi karena mengandung berbagai zat penting yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Namun, dalam kondisi tertentu, susu formula dapat menjadi alternatif sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof. Dr. Rimbawan mengatakan kebutuhan gizi anak harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan karena setiap usia memiliki kebutuhan berbeda.

“Kualitas, keseimbangan, dan konsistensi pemberian zat gizi sejak dini menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Rimbawan.

Menurutnya, kualitas sumber nutrisi juga perlu menjadi perhatian utama orang tua saat memilih produk susu formula.

Ia menjelaskan, susu segar secara alami mengandung protein, lemak, kalsium, fosfor, dan vitamin B2 yang dibutuhkan anak usia di atas satu tahun untuk mendukung proses pertumbuhan.

Baca Juga: Klasemen Liga Inggris: Arsenal Bertahan di Puncak Kalahkan West Ham 1 0

Di sejumlah negara seperti Australia dan Selandia Baru, pengawasan terhadap produk susu formula dilakukan cukup ketat.

Food Standards Australia New Zealand (FSANZ) mengatur standar komposisi formula bayi mulai dari sumber protein, kandungan zat gizi hingga ketentuan pelabelan produk.

Perhatian terhadap kualitas bahan baku juga mulai berkembang di berbagai negara lain, termasuk Tiongkok, yang menaruh perhatian pada transparansi sumber susu dan proses pengolahan produk.

Seiring perkembangan ilmu pangan dan gizi, masyarakat kini dinilai semakin memahami bahwa kualitas bahan baku dan proses produksi turut memengaruhi mutu nutrisi yang diterima anak.

Inovasi susu formula berbahan dasar susu segar pun mulai mendapat perhatian karena dianggap mampu menghadirkan kualitas nutrisi yang lebih baik.

Tren tersebut menunjukkan bahwa pembahasan nutrisi anak kini tidak hanya berfokus pada tambahan kandungan gizi, tetapi juga pada kualitas sumber susu dan proses pengolahan sebelum dikonsumsi anak.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia