Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri Ekonomi di Hambalang, Bahas Strategi Perundingan Dagang AS

AKURAT.CO SUMSEL Presiden RI Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ekonomi ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/2/2026). Pertemuan tersebut digelar menjelang agenda penting perundingan dagang Indonesia dengan Amerika Serikat dalam waktu dekat.
Sejumlah menteri yang hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, pertemuan sore itu difokuskan pada penguatan strategi Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global sekaligus mematangkan posisi tawar pemerintah dalam setiap perundingan internasional.
Menurut Teddy, Presiden menegaskan bahwa setiap langkah diplomasi ekonomi harus berpijak pada kepentingan nasional dan tidak semata berorientasi pada keuntungan jangka pendek. Terlebih, dalam waktu dekat pemerintah akan meneken kesepakatan dengan Amerika Serikat terkait tarif dagang yang telah dinegosiasikan sebelumnya.
“Memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan siapapun, khususnya dalam waktu dekat dengan Amerika Serikat adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis.
Baca Juga: Konsumsi Rumah Tangga Dominasi PDRB Sumsel 2025, Tembus 61,33 Persen
Prabowo, lanjutnya, mengingatkan agar perundingan ekonomi diarahkan untuk memperkuat struktur fundamental ekonomi nasional. Fokus utama pemerintah adalah meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkokoh posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
“Presiden menginginkan perundingan harus sebanyak-banyaknya meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat global supply chain atau rantai pasok industri,” katanya.
Selain itu, Kepala Negara juga menekankan bahwa setiap kebijakan ekonomi harus memberikan dampak konkret dan terukur bagi bangsa dan negara. Pemerintah diminta memastikan hasil perundingan benar-benar mendukung pertumbuhan industri, penciptaan lapangan kerja, serta daya saing nasional.
Pertemuan di Hambalang ini menandai konsolidasi internal pemerintah menjelang fase krusial diplomasi dagang. Pemerintah berupaya memastikan setiap kesepakatan internasional tidak hanya menguntungkan secara angka, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 35 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 6Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Brand Kecantikan di Bawah Martha Tilaar Group, Ada PAC hingga Belia
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








