Sumsel

Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Palembang Ditangkap, Motif Dendam Kesal Tidak Dibayar Gaji

Deni Hermawan | 17 April 2024, 13:57 WIB
Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Palembang Ditangkap, Motif Dendam Kesal Tidak Dibayar Gaji

AKURAT.CO SUMSEL Kasus pembunuhan terhadap korban seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yakni bernama Wasila (40) bersama anak perempuannya berinisial FA (16) di Palembang menemui titik terang.

Satu tersangka yakni bernama Suganda (31) warga Jalan Letnan Simanjuntak, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning itu berhasil diamankan Polisi gabungan Satreskrim, Jatanras, Polsek Sukarami Palembang.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol  Harryo Sugihhartono mengatakan bahwa Suganda bekerja menebang pohon bersama suami korban dengan upah Rp3 juta. Namun, Suganda hanya diberikan Rp1,5 juta oleh korban.

"Hal ini yang membuat Suganda kesal dan mendatangi rumah korban," ujarnya, Selasa (17/4/2024).

Ia menjelaskan, sebelum kejadian bermula pelaku diajak oleh suami korban untuk menebang pohon dengan upah ratusan ribu rupiah.

"Pelaku diajak bekerja borongan nebang pohon oleh korban sekali ikut dikasih Rp150 ribu perhari. Namun pelaku hanya dikasih uang Rp1,5 juta oleh korban saja, padahal perjanjiannya Rp3 juta dari total borongan menebang pohon," ujar Kombes Pol Harryo Sugihhartono.

Merasa kesal pelaku pun mendatangi rumah korba. Namun, saat dirumah pelaku tidak bertemu dengan Anung melainkan dengan istri Anung yakni bernama Wasila (40).

Cekcok mulut pun terjadi antara pelaku dan istri korban yang saat itu berada di garasi rumah korban dan pelaku pun mengunci garasi pintu rumah korban serta mengejar Wasila maupun langsung menghabisinya dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis pisau yang dibawa oleh pelaku. 

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Ibu Rumah Tangga Bersama Anak Perempuannya di Palembang Berhasil Ditangkap oleh Polisi

Usai membunuh Wasila, pelaku Suganda mendengar bila anak perempuan yakni bernama Farah Atika Wasila menelpon Suami dan memutuskan untuk membunuhnya juga.

"Dia langsung bunuh anak perempuannya, karena anak laki-laki menelepon Suami korban," ungkapnya.

Mengetahui hal itu pelaku yang masih ada di dalam rumah sempat melihat dan kabur melalui pintu dapur rumah korban.

"Dia sempat ingin membunuh suaminya. tapi karena dia sudah takut dan langsung mengurungkan diri," jelas Kombes Pol Harryo Sugihhartono.

Dia menambahkan, sudah dibunuh semua, dia (pelaku) langsung bersembunyi di sebuah rumah kosong dan mengganti baju serta barulah dia keluar.

"Pelaku bersembunyi sebuah rumah kosong dan menggantikan baju serta barulah kabur," terang Kombes Pol Harryo Sugihhartono. (Deny Wahyudi)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto