Sumsel

Waspada Bencana Hidrometeorologi, Sumsel Diperkirakan Alami Hujan Lebat Selama Nataru 2024/2025

Deni Hermawan | 20 Desember 2024, 22:00 WIB
Waspada Bencana Hidrometeorologi, Sumsel Diperkirakan Alami Hujan Lebat Selama Nataru 2024/2025

AKURAT.CO SUMSEL Masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) diminta untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.

Ancaman bencana yang diperkirakan dapat terjadi meliputi banjir, angin kencang, puting beliung, tanah longsor, banjir bandang, serta sambaran petir.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Siswanto, mengungkapkan bahwa cuaca di Sumsel diprediksi masih akan dihantui hujan intens dalam tujuh hari ke depan. Berdasarkan analisis cuaca yang dilakukan, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang diperkirakan akan melanda hampir seluruh wilayah Sumsel.

“Menurut analisis cuaca yang kami lakukan, dalam tujuh hari ke depan, sebagian besar wilayah Sumsel diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang dan petir,” kata Siswanto, Jumat (20/12/2024).

Baca Juga: Pj Gubernur Sumsel Pimpin Apel Gelar Pasukan, Siapkan 141.605 Personel untuk Keamanan Nataru

Siswanto juga menjelaskan bahwa saat ini Sumsel berada di puncak musim penghujan. Dinamika atmosfer yang memengaruhi kondisi cuaca di daerah ini turut dipengaruhi oleh beberapa faktor global, termasuk fenomena La Nina yang lemah dan aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO). Fenomena ini, ditambah dengan pola belokan angin, telah meningkatkan pertumbuhan awan konvektif yang dapat menimbulkan hujan dengan intensitas tinggi.

Untuk itu, Siswanto mengimbau masyarakat agar selalu memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) atau media sosial terkait. Hal ini penting untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman bencana yang dapat muncul secara mendadak.

Lebih lanjut, Siswanto mengungkapkan bahwa kondisi hujan yang terjadi belakangan ini di Sumsel juga dipicu oleh suhu udara yang cukup panas pada siang hari.

"Suhu udara yang tinggi pada siang hingga sore hari menyebabkan penguapan yang intensif, yang pada akhirnya memicu hujan pada malam hingga dini hari," tutupnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto