Sumsel

5.939 Hektare Lahan Terbakar Sepanjang Tahun 2025, Kabupaten OKI Jadi Wilayah Terparah

Maman Suparman | 24 Januari 2026, 17:45 WIB
5.939 Hektare Lahan Terbakar Sepanjang Tahun 2025, Kabupaten OKI Jadi Wilayah Terparah

AKURAT.CO SUMSEL Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (BPKH) Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera merilis capaian data kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan sepanjang tahun 2025.

Tercatat, total luasan lahan yang hangus terbakar mencapai 5.939,8 hektare, dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sebagai penyumbang angka tertinggi.

Kepala BPKH Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, menjelaskan bahwa mayoritas lahan yang terbakar merupakan tanah mineral dengan total luasan mencapai 5.558,2 hektare, sementara lahan gambut tercatat seluas 381,6 hektare.

"Berdasarkan hasil perhitungan dari Januari hingga Desember 2025, total luasan karhutla di Sumsel menyentuh angka 5.939,8 hektare," ujar Ferdian saat dikonfirmasi di Palembang, Sabtu (24/1/2026).

Berdasarkan data Sipongi Kementerian LHK, terdapat tiga kabupaten yang menjadi titik konsentrasi karhutla paling masif. Gabungan luasan dari ketiga daerah ini menyumbang lebih dari separuh total kebakaran di tingkat provinsi, yakni sebesar 3.328,3 hektare.

Baca Juga: Penjaga Toko Pempek di Palembang Diduga Jadi Korban Hipnotis, Uang Rp370 Ribu Raib

Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menempati urutan pertama wilayah terdampak karhutla terluas dengan 1.361,9 hektare, disusul Musi Banyuasin (Muba) seluas 986 hektare yang didominasi lahan mineral, serta Ogan Ilir yang mencatatkan kebakaran seluas 980,4 hektare pada lahan mineral.

Jika dibandingkan dengan periode 2023-2024, angka karhutla di Sumsel tahun 2025 diklaim mengalami penurunan. Namun, angka ini masih tercatat lebih tinggi jika disandingkan dengan data pada rentang waktu 2020-2022.

Beberapa daerah lain juga mencatatkan angka kebakaran yang bervariasi, mulai dari OKU seluas 674,7 hektare hingga Kota Palembang dengan luasan terkecil sebesar 19,3 hektare. Menariknya, dari 17 kabupaten/kota di Sumsel, hanya Kota Prabumulih yang dilaporkan nihil dari titik karhutla sepanjang tahun lalu.

Ferdian menambahkan, data ini menjadi dasar evaluasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan mitigasi di tahun 2026, terutama di daerah rawan seperti OKI dan Muba yang memiliki karakteristik lahan gambut dan mineral luas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia